Welcome to My World

Terima kasih buat kawan - kawan sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi Blog ku.
Semoga ada sisi baik nya yang bisa diambil dari sini.

Senin, 01 Februari 2010

CONQUEST OF THE GALAXY: MARS, BY CONDORS

Tanggal 22 yang lalu aku bersama seorang teman berkesempatan untuk menonton sebuah pertunjukan dari sebuah kelompok tari kontemporer yang berasal dari Jepang, yaitu CONDORS di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pertunjukkan kali ini diberi judul CONQUEST OF THE GALAXY: MARS. Ini adalah pertunjukan yang terdiri dari beberapa adegan pendek, film animasi, cerita pendek dan tentu saja tarian dengan gaya khas Jepang.

Conquest of the galaxy: Mars telah dipertontonkan di sejumlah Negara Asia, Eropa hingga Amerika. Sebut saja London, Paris dan Roma pada tahun 2007, Brazil tahun 2008, serta di Singapura dan Malaysia tahun 2009. Ini merupakan lanjutan sukses dari Conquest of Galaxy seri 1: Jupiter yang pernah di tampilkan di New York City pada tahun 2001 dan dilanjutkan dengan tour ke beberapa kota di berbagai negara seperti Los Angeles, Philadelpia, Miami, Costa Rica, Chile, Taiwan, Hong Kong, Korea, Malaysia, Indonesia, Australia dan Singapura.

Pertunjukan diawali dengan munculnya gambar-gambar animasi, mulai dari kartun sampai dengan logo Colombia Pictures yang diplesetkan menjadi gambar orang berkepala botak dengan tulisan CONDORS di bawahnya. Kemudian dilanjutkan dengan tarian dengan tempo cepat dengan iringan musik rock yang cukup menghentak. Para penari memakai pakaian rapi serba hitam, seperti pakaian seragam sekolah di Jepang. Baik performance individu, duet hingga kelompok, gerakan-garakan yang dinamis membuat kita para penonton tidak ingin berpaling sedikitpun dari pertunjukkan di depan kita.

Selanjutnya penonton disuguhi permainan-permainan kocak yang memang menjadi ciri khas pertunjukkan seni orang-orang Jepang. Misalnya Sesame Street yang di plesetkan menjadiRotten Street, disini Condors melakukan beberapa gerakan pantomim yang akan menggiring kita untuk menebak gerakan apa yang sedang mereka pertunjukkan dengan urut2an Alphabet. Dimulai dari Huruf A, tadinya aku berfikir mereka akan memberi satu tebakan dalam bahasa Inggris, tetapi ternyata A yang mereka maksud disini adalah untuk menunjukkan Anjing. Selanjutnya Huruf B, dengan gerakan melenggak lenggok dan seolah2 sedang berhias, maka penonton pun langsung dapat menebak jika B yang mereka maksud disini diperuntukkan untuk Banci. Kemudian berturut-turut F = Facebook, M = Manohara, P = Peterpan hingga huruf Z yang di perlu di sebut ;p

Pertunjukkan selanjutnya adalah sebuah drama dengan Yasuharu Katsuyama sebagai aktor utama. Dikisahkan seseorang yang sangat menggemari permainan sepak bola yang terkukung dalam rutinitas pekerjaan di sentra bisnis Sudirman, tidak bisa meninggalkan hobi nya ini. Apa pun yang ia pikirkan dan bayangkan tidak bisa terlepas dari yang nama nya sepak bola. Tentu saja adegan adegan yang di tampilkan disini masih dalam balutan humor khas negeri sakura.

Selanjutnya kita diajak untuk memasuki inti dari pertunjukkan malam itu CONQUEST OF GALAXY: MARS = PENAKLUKAN MARS. Di kisahkan dua orang astronot yang mendarat dan melakukan penjelajahan di planet mars, di tengah rasa haus dan lapar yang mendera, nampaklah dua kaleng coca cola dan dua Pop Mie yang melayang2 yang sangat mengoda untuk segera di santap. Untuk mendapatkan kesan melayang2 dan sedang berada di luar angkasa, rekan2 mereka membantu untuk membalikkan badan mereka. Alhasil, jadilah mereka minum dan makan dalam posisi kepala di bawah kaki di atas.

Seusai penaklukan Mars, kembali kita di suguhi tontonan yang mengocok perut. Para penari2 Condors ini berpakaian ala Cheer Leaders. Dengan kaus warna warni ketat, rok mini, rambut palsu dan tentu saja tidak ketinggalan rumbai2 khas cheer leaders. Mereka menari2 dengan lincah dan energik, pada sesi ini beberapa penonton pun dilibatkan untuk dapat bargoyang bersama mereka.

Puas dihibur dengan tarian2 dan adegan2 yang kocak, kembali kita di hibur dengan tarian yang lebih serius tentu saja masih dengan diiringi oleh musik rock yang cukup menghentak. Disini mereka kembali mengenakan seragam hitam seperti pada tarian pembukaan. Di sesi terakhir ini mereka menyuguhkan tarian2 yang menunjukkan aktifitas yang dibiasa dilakukan di pantai, mulai dari permainan voli pantai, snorkeling bahkan surfing dan ini pula yang menjadi pertunjukkan pamungkas pada malam itu.


Condors sendiri adalah grup tari kontemporer yang semua anggotanya laki-laki. Didirikan oleh Ryohei Kondo dan berhasil merekrut orang-orang hebat untuk mendukung proyek tari kontemporer yang digagasnya. Mereka adalah Junichi Aota (Pembuat Klip Animasi dan Boneka untuk Condors), Yoshihiro Fujita (peserta CJB Canada/Japan Dance Partnership Project), Toshihiro Hashizume (penari yang sering terlibat di pertunjukan dalam dan luar negeri), Satoshi Ishibuchi (pemilik gelar Ph.D untuk studi seni pertunjukan dari Waseda University, ia juga seorang gitaris band rock terkenal Jinko Tentai), Michihiko Kamamura (guru bela diri Cina), Yasuharu Katsuyama (Penyanyi band The Heart Knockers), Kensaku Kobayashi (Aktor Panggung dan penulis sketsa Condors), Satoshi Okuda (Perupa Visual dan Guru Seni) dan Kojiro Yamamoto (Pemilik Gelar M.A Pendidikan dan peserta CJB Canada/Japan Dance Partnership Project).

Sumber Foto: Google


Kamis, 14 Januari 2010

Jakarta New Year Concert 2010


Memulai penjelajahan di tahun 2010 ini, aku berkesempatan untuk menyaksikan sebuah konser megah yang di selenggarakan di Graha Bakti Budaya – Taman Ismail Marzuki, konser yang bertajuk “ANANDA SUKARLAN’S LIBERTAS: Kantata untuk Kemerdekaan dan Hak Azasi Manusia”, sukses di selenggarakan pada hari minggu tanggal 3 Januari yang lalu. Pada saat itu aku bersama temanku nonton di pertunjukan kedua yang dimulai pada pukul 8.00 malam.

Konser ini terbagi atas dua bagian.

Pada bagian pertama, Ananda Sukarlan membuka nya dengan menampilkan permainan piano Solo yang apik dengan mengusung Rhapsodia Nusantara. Disini Ananda mengelaborasi nada-nada tradisional, dimana para pendengar masih tetap dapat mendengarkan lagu lagu rakyat tersebut dalam versi aslinya. Contohnya lagu Angin Mamiri terdengar sangat mennarik berkat sentuhan apik sang pianis.

Di bagian ini, Ananda tidak melulu tampil solo. Pada saat menampilkan salah satu karya yang terilhami dari cerita Romeo and Juliet yang bertajuk Sweet Sorrow Ananda menggandeng seorang Violist remaja Inez Raharjo yang masih berumur 15 tahun. Rangkaian Simponi yang indah berpadu padan dengan suara indah dari gesekan biola, menambah kesan romantis pada malam itu. Di bagian lain sewaktu menyuguhkan repertoire-repertoire yang terilhami oleh bencana Tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004, Aning Katamsi (soprano) dan Elizabeth Ashford (Flute) memperkaya suguhan permainan piano dari Ananda Sukarlan. Bibirku Bersujud Di bibirmu adalah musik tari (Chendra Panatan, Koreografer) yang didasari oleh puisi Hasan Aspahani yang berkisah tentang cinta dan kehancuran. Ketika lautan yang membentuk tsunami jatuh menyentuh tanah dan akhirnya meluluhlantakkan bibir pantai utara Sumatera.

Untuk menuju bagian kedua, ada jedah waktu 15 menit yang digunakan pihak panitia untuk men set panggung dan para penonton dapat mempergunakan waktu ini untuk mencari minum atau makanan ringan.

Pada bagian kedua Ananda berkolaborasi dengan ITB Choir, Paragita UI, Joseph Kristanto (Bariton), Harianto (English Horn), David Kristiawan (Perkusi), Indra Listiyanto sebagai konduktor dan Prima Muchlisin yang merupakan Master Concert menyuguhkan sebuah Kantata yang di ilhami oleh 8 karya besar para pujangga Indonesia dan dunia, yaitu: Bentangkan Sayapmu Indonesia (Ilham Malayu), I understand the Large Hearts of Heroes (Walt Whitman), The Young Dead Soldiers Do Not Speak (Archibald Macleish), Palestina (Hasan Aspahani), A Un Poeta Muerto (Luis Cernuda), Kita Ciptakan Kemerdekaan (Sapardi Djoko Damono), Kerawang – Bekasi (Chairil Anwar) dan Ia Telah Pergi (W.S. Rendra).

Tanpa terasa selama -/+ 90 menit JNYC 2010 pun mencapai puncaknya, ditandai dengan pemberian bucket bunga kepada pengisi acara oleh para sponsor, Ananda Sukarlan’s LIBERTAS Kantata untuk Kemerdekaan dan Hak Azasi Manusia, resmi berakhir.

Konser serupa dapat disaksikan kembali pada tanggal 2 Januari 2011.

Minggu, 10 Januari 2010

Buku: Galaksi Kinanthi, Sekali Mencintai Sudah itu Mati. Tasaro GK

Judul: Galaksi Kinanthi, SekaliMencintai Sudah Itu Mati
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Salam Madani
Inspired by True Story

Bagi para penggemar novel, satu lagi buku bagus yang ingin saya bagi resensi nya kepada kawan-kawan semua. Saya mengetahui keberadaan buku ini dari seorang teman yang merupakan penggemar dari tulisan-tulisannya Tasaro GK.




Novel ini menceritakan kehidupan seorang perempuan Jawa bernama Kinanthi. Dimulai dari kehidupan masa kecilnya di daerah Gunung Kidul Yogyakarta yang mempunyai seorang teman yang selalu melindungi nya dari ejekan teman-teman sekolah bahkan masyarakat kampung tempat tinggal nya yang bernama Ajuj. Ajuj sendiri adalah anak tunggal dari seorang pemuka agama yang cukup di segani di kampung tersebut, sementara Kinanthi hanya seorang anak dari keluarga miskin.

Karena kemiskinan keluarga nya inilah Kinanthi akhirnya "dititipkan" ke sebuah keluarga yang berada di kota Bandung selepas lulus SD, agar dia dapat melanjutkan pendidikan nya. Tahun pertama, kedua semua berjalan dengan normal. Kinanthi dapat melanjutkan pendidikan sembari menjadi "pembantu" di rumah keluarga yang menampungnya. Menginjak tahun ketiga, ada satu kejadian yang membuat Kinanthi terpaksa "terusir" dari rumah keluarga ini. Dari sinilah kehidupan Kinanthi selanjutnya bisa dibilang sangat memprihatinkan hingga akhirnya dia menjadi TKW mulai dari daerah Timur Tengah hingga ke Amerika Serikat. Seperti kebanyakan kisah para TKW, Kinanthi pun mendapatkan perlakuan yang tidak layak dari majikannya, mulai dari pemukulan yang hanya karena kesalahan kecil hingga pemerkosaan.

Di Amerika inilah Kinanthi akhirnya dapat terlepas dari belenggu penyiksaan setelah dia nekat kabur dari rumah majikan nya. Berkat bantuan dari seorang Indonesia yang bekerja sebagai penterjemah di pengadilan di Amerika, akhirnya Kinanthi di bebaskan dari Majikannya kemudia dia mendapat perlindungan dan pendidikan dari pemerintah Amerika Serikat.

Hari, minggu, bulan hingga tahun berganti, Kinanthi berubah menjadi seorang wanita yang lebih Amerika dari orang Amerika sendiri. Atas kecemerlangan otaknya dan kesungguhannya dalam mengejar pendidikan, dia menjelma menjadi seorang profesor yang concern akan hak-hak dan perlakuan kaum wanita.
Bagaimana Kinanthi dapat meraih ini semua, silahkan temukan kisah lengkap nya di buku bagus ini :)

Sabtu, 09 Januari 2010

Buku: Drunken Series, Pidi Baiq

Tidak terasa tahun 2009 telah berlalu 10 hari, Selamat tahun baru kawan-kawan....
Semoga di tahun 2010 ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan apa2 yg menjadi impian kita di tahun 2009 kemarin dapat terwujud di tahun ini. Amin ya Rabbal Alamin......



Rasanya sudah lama sekali aku tidak berbagi resensi buku-buku yang sudah aku baca. Untuk memulai tahun yang baru ini, aku akan coba sharing buku2 tulisannya Pidi Baiq. Sudah ada 4 buku yang diterbitkan oleh Mizan dari hasil tulisan beliau, yaitu:
1. Drunken Monster
2. Drunken Molen
3. Drunken Mama
4. Drunken Marmut

Ke empat buku tersebut merupakan kumpulan cerita dari keseharian seorang Pidi Baiq yang diambil dari blog pribadinya http://pidibaiq.multiply.com
Buku-buku ini menjadi bacaan favoritku disaat aku merasa lelah setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Buku-buku ber genre komedi ini dapat menjadi pengobat lelah disela-sela kejenuhan kita terhadap aktivitas rutin yang monoton.

Pidi baiq menuliskan cerita kesehariannya yang tidak lazim dengan tata bahasa yang bisa dibilang ancur. Kaidah berbahasa yang baik dan benar telah dilanggar dengan sangat sadar oleh beliau :D
Tetapi ini lah yang menjadi ciri khas dari tulisan2 seorang Pidi Baiq.

Salah satu cerita yang terdapat di salah satu buku tersebut adalah, dimana pada suatu siang ada seorang salesman keliling menawarkan pengharum ruangan dan mampir ke rumah nya Pidi Baiq. Disini si salesman dijamu dengan sangat baik oleh si empunya rumah. Disuguhi minuman dan makanan yang bermacam2. Setelah berbasa basi beberapa saat, akhirnya si salesman mengutarakan maksud yang sebenarnya dari kedatangannya pada siang itu. Dia menawarkan barang dagangan yang di bawanya. Dimana-mana jika ada orang yang menawar harga kepada penjual, tentulah si pembeli menginginkan harga yang lebih rendah dibanding harga yang ditawarkan si penjual, tetapi ini tidak berlaku bagi seorang pidi baiq, dia malah menawarkan harga yang lebih tinggi dari yang ditawarkan si salesman. Tentu saja hal ini membuat kaget si salesman, tapi dia tidak begitu saja menyetujui penawaran si calon pembeli yang dipikirnya tidak lazim ini. "Pasti ada yang aneh di balik ini", pikirnya.
Betul saja, setelah harga disepakati Pidi baiq pun menyampaikan satu syarat yang harus dipenuhi oleh si salesman, bahwa dia harus menemani Pidi main Badminton dengan menggunakan Piring Seng sebagai pengganti raket nya di lapangan yang terdapat di komplek perumahan tersebut. Penasaran dengan apa yang terjadi, silahkan temui cerita lengkapnya di salah satu buku Drunken Series ini.

Jika kawan-kawan sekalian ingin membaca buku ini, saya sarankan jangan di tempat umum yang banyak di lalui orang. Apalagi di angkutan umum seperti Bis Kota atau KRL, maka kalian akan menjadi pusat perhatian orang2 ;)

Rabu, 14 Oktober 2009

Makanan Wajib Saat Lebaran Idul Fitry

Setelah satu bulan berpuasa selama Ramadhan, Idul Fitry adalah saat saat yang paling di nantikan oleh jutaan umat muslim di seluruh dunia. Di moment ini, kaum urban yg mengais rejeki di Ibu kota beramai ramai pulang ke kampung halaman hanya untuk sekedar merayakan hari yang suci ini bersama-sama sanak keluarga.

Tak terkecuali aku yang sudah 5 tahun terakhir ini selalu melaksanakan ritual mudik/pulang kampung setiap hari raya Idul Fitry. Entah dari mana tradisi mudik ini bermula, tapi yang pasti untuk moment hari raya apapun dan di belahan dunia manapun, tradisi mudik ini pasti ada. Idul Fitry di Indonesia, Imlek di China dan Diwali di India.

Berbicara tentang hari raya, tentu saja tidak terlepas dari menu menu khas yang selalu tersaji. Di rumahku ada beberapa makanan yang menjadi menu wajib di setiap Idul Fitry.

Pempek
Sebagai orang Palembang, makanan yang satu ini sepertinya menjadi menu wajib di setiap rumah. Anehnya, walaupun di rumah sendiri sudah tersedia, pada saat kita berkunjung ke rumah saudara dan tetangga, kita pun akan tetap menanyakan pempek. Padahal rasanya tetap sama. Jadi jangan heran, jika di kota2 lain para Ibu rumah tangga ribut karena harga daging dan ayam yang di tinggi, di Palembang orang2 akan ribut karena harga daging ikan yang sudah di haluskan melonjak secara signifikan. Terutama Ikan Gabus dan Ikan Tenggiri, karena ini merupakan bahan utama pembuatan Pempek.

Es Melon
Menu ini pertama kali aku coba sewaktu acara buka puasa bersama di rumah temanku semasa kelas 2 SMA dulu. Karena pada dasarnya aku memang suka Melon, jadi untuk hidangan di hari raya kenapa tidak aku juga coba sajikan yang berbau Melon. Pembuatannya cukup mudah, ini aku bagi2 resepnya untuk kawan2 coba:
1. Buah Melon, keruk daging buahnya dengan menggunakan sendok.
2. Biji Selasih, di rendam dengan air hangat.
3. Sirup rasa Melon
4. Es Batu
Campur semua bahan menjadi satu dan Es Melon pun siap di hidangkan......

Kurma Goreng Keju
Menu ini baru 3 tahun terakhir menghuni meja makan rumahku di palembang pada saat hari raya tiba. Aku mendapati resep ini dari nenekku sewaktu aku tinggal bersama beliau. Sederhana cara pembuatannya, tapi jangan tanya rasanya, sangat istimewa. Ini menjadi menu favorit adek ku yg nomor dua dan selalu di pertanyakan oleh para tamu ketika bersilahturahmi kerumahku.
Aku juga akan berbagi resepnya disini:
1. Kulit lumpia yang siap pakai
2. Buah Kurma, buang Bijinya
3. Keju Cheddar, di parut
4. Minyak goreng.
Isi buah kurma yg telah dibuang bijinya dengan keju parut kemudian bungkus dengan kulit lumpia. Goreng dengan api kecil, angkat begitu sudah terlihat kecoklatan. Kurma Goreng Keju pun siap dinikmati....

Selamat Mencoba :)

Senin, 12 Oktober 2009

Indahnya Kebersamaan ...


Mendapat undangan dari salah seorang senior Alumni SMA Negeri 2 Palembang (SMANDUPA) untuk menghadiri acara halal bi halal melalui Facebook, merupakan satu kehormatan buatku.
Mengapa demikian ? yang menjadi penggagas dan panitia untuk acara ini adalah para alumni yang usia nya jauh diatas ku. Mereka merupakan lulusan antara tahun 1960 an ~ 1970 an.


Bertempat di restaurant Pulau Dua, Komplek Taman Ria Senayan, merupakan pilihan tepat untuk acara ini. Menurut undangan, acara dimulai sejak pukul 10.00 pagi, tetapi aku beserta teman2 ku tiba disana sekitar pukul 12.
Sempat bingung begitu melihat para alumni yang hadir, mereka berumur jauh diatas kita. Sempat terpikir kalo kita salah masuk ke tempat acara, tetapi begitu terdengar MC berbicara bahasa Palembang, tidak salah lagi, inilah kumpulan Alumni SMANDUPA.

Sempat canggung dan minder untuk menyapa, tetapi dengan penuh kehangatan, mereka tidak ragu untuk menyapa dan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Suasana pun mulai terasa menyenangkan, mulai dari berjabat tangan, memperkenalkan diri masing2, hingga saling bertukar informasi mengenai kegiatan dan tempat tinggal.

Semua bermula dari dunia maya, entah itu melalui blog maupun situs jejaring sosial, banyak bertemu dengan teman-teman lama semasa SMA, saling bertukar nomor telpon dan sepakat mengadakan acara untuk kumpul bareng, akhirnya terbentuklah satu wadah bagi para Alumni SMANDUPA. Sekian tahun tidak terdengar kabar, tiba2 di pertemukan di dunia maya, tentu saja kesempatan ini tidak disia siakan untuk saling bertukar informasi satu sama lain.

Kembali ke acara halal bi halal, sembari makan siang para alumni di hibur oleh sesama alumni sendiri. Masing2 angkatan yg ada, mengirimkan wakilnya untuk menyumbangkan suara emas mereka untuk membuat acara supaya lebih semarak. Walaupun hujan, tidak menyurutkan semangat para alumni untuk bergoyang mengikuti irama yang sedang di mainkan. Lihatlah Ibu Mimmy dan Pak Suhardi sambil menggenggam payung, kaki kaki mereka tidak berhenti untuk terus bergoyang mengikuti irama lagu Terajana yang sedang di senandungkan oleh alumni lulusan tahun 1989 (maaf aku lupa nama beliau).

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari para alumni, walaupun sudah merengkuh sukses, mereka tetap bersifat rendah hati, tidak ragu untuk mulai menyapa dan mengakrabkan diri dengan kami para junior yang mungkin seumuran dengan anak-anak atau mungkin cucu cucu mereka. Persahabatan merupakan segala-galanya, walaupun sekian tahun tidak bertemu dan bertukar sapa, tetapi begitu ada jalan untuk kembali merekatkan tali silahturahmi, maka kesempatan ini tidak akan disia siakan.

Jayalah terus IASMA PUSPA.........

Sabtu, 23 Mei 2009

Wisata Kuliner di Berbagai Tempat

Setiap kali aku bepergian entah itu hanya hanging out di pusat perbelanjaan ataupun ke satu kota / daerah untuk pertama kalinya, sedapat mungkin aku akan menjajal beberapa kuliner.
Ini beberapa contoh kuliner yang sempat aku abadikan.

Soto Banjar.
Ini makanan Khas daerah banjarmasin. Soto ini berisi suwiran daging ayam, so un dan telur rebus. Bisa dimakan bersama nasi atau Lontong. Jika ingin mendapatkan rasa segar, bisa ditambahkan perasan air jeruk nipis.




Sate Ayam Khas Banjar.
Tidak berbeda dengan sate-sate ayam pada umumnya. Sate ini pun disajikan dengan bumbu kacang. Yang membedakan nya hanya warna bumbu kacang nya saja. Jika Bumbu kacang pada umumnya berwarna coklat, maka bumbu kacang disini berwarna kemerahan.


Sop Ayam Banjar.
Lagi - lagi dari Banjarmasin, sop ini sama seperti sop ayam pada umumnya, berisi potongan daging ayam, wortel, kentang, so un dan irisan tomat. Yang membedakan, ada tambahan santan kelapa di sop ini.



Kudapan khas daerah Banjar (aku lupa namanya ;p)
Jika selama ini dari buah cempedak yg bisa dimakan adalah daging buah dan biji nya, maka makanan yang satu ini berasal dari kulitnya. Kulit cempedak ini setelah direndam dengan bumbu, kemudian di goreng agar bisa disantap.
Rasa nya gurih.


Ikan Haruan Bakar.
Sempat tertipu dengan namanya. Maksud hati ingin mencari makanan yang belum pernah dicicipi, tapi ternyata jenis ikan yg satu ini sudah akrab dengan lidah ku. Haruan adalah sebutan orang Kalimantan Selatan untuk Ikan gabus.
Seperti masakan ikan bakar pada umumnya, disajikan dengan sambal dan lalap-lalapan.


Tahu yang sudah di olah dengan bumbu jepang, disajikan setelah digoreng. Ada beragam bumbu yg dicampurkan disini, rasa jahe sangat dominan.
Makanan ini disebut Tahu Goreng dgn Saus Wasabi.






Bebek Peking Bakar.
Ini hasil hunting makanan di Plaza Semanggi di rumah makan Duck King.
Sehabis dari Gramedia Book fair di Senayan, aku, ulfah dan tika di traktir Pak Fajar makan disini.





Gulai Udang.
Masih dari daerah Banjar, udang besar ini dimasak dengan santan. Rasanya gurih.






Mie Tasik dengan Bakso dan Pangsit.
Ini hasil berburu kuliner di Cibinong. Sehabis menjenguk Mba Yanti yg habis melahirkan di Cilebut, Mba Kikieb men traktir ku makan Mie tasik ini. Rasa nya Gurih n enak...




Buku: Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Tere Liye



Judul Buku : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Penulis : Tere Liye
Pembaca : Remaja
Jenis Buku : Novel
Penerbit : Republika



Membaca Novel ini kita diajak berkelana untuk menyelami kehidupan seseorang yang bernama Rehan yang menjadi tokoh utama di cerita ini.
Sang tokoh di besarkan di sebuah Panti Asuhan selama 16 tahun. Disini dia merasa mendapat perlakuan yang tidak layak dari pengelola panti yang dia anggap sok suci. Setelah masa 16 tahun di Panti Asuhan yang dia anggap sia-sia, Rehan memutuskan untuk pergi. Selepas dari panti Rehan menjalani kehidupan yang tidak menentu, mulai dari emperan terminal hingga ke lapak2 di pinggir rel. Hingga suatu kejadian yang akhirnya memaksa Rehan untuk berjuang bertahan hidup di Ibu kota.

Memulai kehidupannya di Ibu kota, Rehan sempat bernaung di sebuah rumah singgah yang mempertemukannya dengan beberapa teman yang akhirnya disebut sebagai keluarga olehnya. Disini dia berkesempatan memperoleh pendidikan yang nantinya akan menghantarkannya menjadi salah seorang pemilik kerajaan bisnis yang disegani suatu hari kelak.

Dikisahkan pula bagaimana Rehan menemukan cinta sejati nya di sebuah gerbong kereta api sewaktu di perjalanan kembali ke kota asalnya. Dia memutuskan kembali kesana untuk melupakan kenangan pahit bersama Plee yang hidup nya harus berakhir di tiang gantungan. Di kota asal nya inilah Rehan mulai menata hidupnya dengan bekerja sebagai buruh bangunan. Rehan adalah seorang pembelajar yang baik, maka tidak heran dalam waktu singkat dia mampu mendapatkan posisi sebagai kepala mandor di dalam proyek2 yang diikuti nya. Di kota ini juga Rehan memulai dan mengakhiri kehidupan berumah tangga nya dengan seorang perempuan bernama fitri.

Satu kebiasaan Rehan yang tidak pernah berubah adalah melihat rembulan. Mulai dari teras panti asuhan, di atap rumah singgah, di tower air hingga di lantai tertinggi gedung miliknya.

Potongan-potongan kehidupan Rehan yang dikilas balik di novel ini adalah untuk menjawab lima pertanyaan yang terus membayangi nya. Apa saja kelima pertanyaan itu dan bagaimana jawaban-jawaban atas kelima pertanyaan itu. Silahkan membaca novel yang sarat makna akan arti cinta, pengorbanan dan ambisi di dalam mengarungi lautan kehidupan di dunia ini.



Update Pernah Pernik Batu2an dari Martapura

Awal Mei lalu aku kembali lagi ke Martapura, Kalsel. Menemani adikku yg kedua untuk refeshing disana sekaligus mengunjungi keluarga kakak sepupuku. Tentunya aku tidak melewatkan acara belanja2 pernak pernik yang terbuat dari bebatuan di Martapura. Ini beberapa barang yang sempat masuk kantong belanjaan ku, dan jika ada yang berminat bisa langsung menhubungiku. Selamat menikmati.....


Bros berukuran besar dengan Kristal besar.
Harga: Rp. 45,000









Gelang dari Batu Akik yang di rangkai dengan perak.
Harga: Rp. 70,000







Bros sepasang, satu kecil dan satu sedang.
Harga: Rp. 45,000








Gelang dari Batu Kecubung yg dirangkai dengan karet.
Harga: Rp. 50,000









Bros bundar berukuran besar dengan kristal kecil-kecil.
Harga: Rp. 45,000








Bros berukuran sedang dengan kristal putih yg jika dilihat dari sisi manapun warna kristal nya akan berubah ubah.
Harga: Rp. 40,000







Bros berukuran besar dengan kristal warna-warni.
Harga: Rp. 50,000














Bros berukuran besar berbentuk bunga dengan kristal2 kecil.
Harga: Rp. 45,000









Gelang baris 2 yg dihias permata2 kecil warna-warni, di rangkai dengan karet.
Harga: Rp. 25,000












Gelang baris 1 yg dihias permata2 kecil warna-warni, di rangkai dengan karet.
Harga: Rp. 20,000








Senin, 04 Mei 2009

Buku: Negeri Van Oranje


Judul Buku : Negeri Van Oranje
Penulis : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
Penerbit : Bentang Pustaka








Ini salah satu buku yang baru selesai aku baca minggu lalu. Novel ini cocok menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin mengenyam pendidikan di negeri Kincir Angin, Belanda.

Novel ini mengisahkan persahabatan dan liku-liku kehidupan lima mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Mereka adalah Iskandar alias Banjar asal Kalimantan Selatan, Firdaus Muthoyib anak Asli Betawi, Wicak Adi Gumelar yang seorang pegawai di salah satu LSM berasal dari Banten, Garibaldi Utama Anugrah Atmaja alias Geri, makhluk ganteng yang bisa menurunkan pasaran cowok Indonesia di Belanda dan terakhir Anandita Lintang Persada, seorang perempuan tinggi semampai yang berwajah cantik.

Mereka berlima di pertemukan di stasiun kereta Amersfort pada saat terjebak badai yang membuat semua perjalanan kereta terhenti selama beberapa jam. Diawali oleh rokok kretek dan diselingi dengan curhat panjang awal mula mereka terdampar di negeri Kincir Angin ini. Sejak saat itu mereka mendeklarasikan diri mereka sebagai Aagaban (Aliansi Amersfort Gara-gara Badai di Netherlands).

Selain menceritakan bagaimana kegigihan Banjar mencari pekerjaan demi mengumpulkan beberapa Euro untuk bertahan hidup demi menjawab tantangan dari Goz sahabatnya, Lintang yang menyambi sebagai guru tari di KBRI setelah mendapat tawaran langsung dari Dubes Indonesia untuk Belanda dan terobsesi untuk menikah dengan Bule, Geri yang tidak pernah bermasalah dalam hal keuangan tetapi mempunyai masalah dalam perjalanan asmara nya yang tidak lazim, Daus yang selalu gagal untuk mencoba hal-hal yang berbau dosa serta Wicak yang sukses membawa tesisnya menjadi salah satu dari 10 nominasi tesis terbaik. Novel ini juga turut menyertakan beberapa tips dan trik ala Aagaban untuk bertahan hidup dan info2 menarik yg bisa di dapat di Belanda. Mulai dari kiat merokok, seputar belanja, bersosialisasi, kegiatan2 yg bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang, event2 menarik, kiat seputar sepeda dan pernak perniknya, kiat jitu jadi pelajar teladan, kiat menghadapi birokrasi, tips mencari rumah atau kamar di Belanda, sampai dengan tips ber backpacking keliling Eropa.

Satu cerita dengan empat penulis yang menyajikan gaya penulisan yang sama dan bahasa yang mudah dicerna, menjadikan novel ini layak di baca.
Launching dan diskusi novel ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 Mei kemarin bertempat di FAB cafe toko buku Gramedia Grand Indonesia, Jakarta dengan menghadirkan dua dari empat penulisnya, yaitu Wahyuningrat dan Adept Widiarsa.

Minggu, 05 April 2009

Micro Teaching......

Tanggal sebelas Maret yang lalu, aku mendapat telpon dari salah satu SD IT yang ada di Palembang untuk Micro Teaching pada tanggal 13 Maret. Sebelumnya memang aku pernah mengirimkan lamaran kesana untuk posisi guru matematika. Tujuan aku memasukkan lamaran kesana, pertama ada keinginan untuk kembali ke Palembang dan kedua ingin kembali ke profesi awal sebagai seorang guru.

Dilatarbelakangi dua tujuan tersebut, tanpa berfikir panjang aku pun langsung memesan tiket PP untuk ke Palembang. Alhamdulillah aku diberi kemudahan mendapatkan tiket dengan harga murah. Maka pada tanggal 12 malam, selepas jam kantor akupun langsung menuju bandara untuk mengambil penerbangan terakhir ke Palembang. Seyogyanya pesawat tersebut berangkat pada pukul 20.10, tetapi krn ada sesuatu dan lain hal, maka pesawat baru take off pukul 9.00.

Setelah mengalami pendaratan yg cukup menegangkan (ceritanya ada disini ) akhirnya aku dapat menjejakkan kakiku kembali di tanah kelahiran ku sekitar pukul 22.30. Bambang, adik bungsu ku sudah menanti sejak satu jam yang lalu. Saat itu, malam sudah tergolong larut untuk ukuran Palembang, Bambang memacu motornya dengan santai, sambil sesekali bercerita tentang segala hal. Setengah jam kemudian, kita tiba dirumah, Ibuku dan adik perempuanku Pipit langsung terjaga begitu mendengar suara motor Bambang. Bukannya langsung istirahat untuk mempersiapkan Micro Teaching besok, aku malah bercerita ttg perjalanan ku ke Banjarmasin beberapa hari yang lalu. Setelah puas bercerita sekitar pukul 2 pagi kita pun masuk ke kamar masing2 dan tidur......

Janji ketemu dengan pihak sekolah jam 7.00, tetapi aku baru tiba disana pukul 7.30. Begitu mau memasuki gerbang sekolah, aku langsung dihadang oleh satpam disana dan menanyai apa keperluan ku dan ingin bertemu dengan siapa. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan kedatanganku, akhirnya aku dipersilahkan memasuki gedung sekolah tersebut. Bagitu masuk ke pintu utama, aku langsung ditegur oleh salah seorang guru "put off your shoes please". Aku baru mengetahui, ternyata di area sekolah tersebut dilarang menggunakan alas kaki.

Setelah berbasa basi sebentar, memperkenalkan diri, dijelaskan beberapa peraturan dan ketentuan yang berlaku disekolah tersebut, aku pun ditanya kembali, apakah tetap ingin melanjutkan Micro Teaching pada hari itu. Sebetulnya, setelah diberitahukan peraturan dan ketentuan tersebut, aku sudah tidak berminat untuk mengajar di sekolah ini, tetapi karena didera rasa rindu yang menggebu untuk merasakan suasana kelas dan tentunya aku tidak mau rugi karena telah habis banyak biaya untuk menghadiri test ini, maka aku pun mengiyakan untuk melaksanakan Micro Teaching pada hari itu.

Sekitar pukul 7.45, aku diberikan materi Perkalian pada bilangan pecahan yang akan diajarkan di kelas 5 selama satu jam pelajaran (35 menit) sebagai bahan penilaian terhadap cara mengajarku nantinya. 5 tahun sudah aku sudah menanggalkan profesiku sebagai guru matematika, ada rasa nervous dan excited pada saat itu. Begitu membuka pintu kelas, melihat tatapan ingin tahu dari para siswa, inilah yang menjadi kekuatan ku untuk terus melanjutkan Micro Teaching pada hari itu.

"Assalammu'alaikum" sapa ku kepada para siswa, dengan antusias yang bercampur dengan keheranan mereka menjawab salamku "Wa'alaikumsalam". Mungkin di benak mereka mempertanyakan, siapa guru yang baru saja menyapa mereka dan mengapa guru mereka yang sebenarnya mengambil tempat di belakang, duduk bersama mereka. Menjawab keheranan mereka, akupun memperkenalkan diriku.

Sambil mengingat2 apa saja yg harus aku lakukan dalam mengajar, introductory aku ambil sekitar 5 ~ 7 menit, menyapa siswa, menanyakan kabar mereka dan menanyakan materi terakhir yang sudah diberikan. Setelah itu, memasuki paruh kedua pelajaran, aku mengajak siswa untuk mengingat2 materi sebelumnya, dimulai dari apa itu bilangan pecahan dan apa saja operasi bilangan itu sendiri. Setelah di refresh, barulah aku mengajak para siswa untuk bersama sama merumuskan apa saja yang harus dilakukan dalam memecahkan satu kasus dengan menggunakan perkalian pada bilangan pecahan. Tanpa terasa aku diingatkan bahwa waktu sudah hampir habis, maka mau tidak mau aku harus memperikan summary pada materi yg baru saja dibahas.

Hahh....... merasakan suasana kelas, melihat siswa yg antusias menyimak, bertanya, tidak memperhatikan, membuat kegaduhan, cukup mengobati rasa kangen ku pada saat itu. Tetapi karena apa yg akan didapat dan tuntutan yg harus dikerjakan tidak sesuai dengan apa yg aku bayangkan jika aku diterima disana, maka dalam hati aku memutuskan tidak akan melanjutkan proses penyeleksian ini.

Agak mengherankan memang, salah satu institusi pendidikan yang menamai dirinya Islam Terpadu, memberikan punishment terdahap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, semuanya diukur dengan materi. Tuntutan yg mereka berikan terhadap guru, tidak sesuai dengan apa yg mereka berikan terhadapnya. Biaya pendidikan yang tinggi yang dibebankan terhadap siswa ternyata berbanding terbalik dengan apa yang didapat para pengajar disana. Salah seorang temanku yg telah lebih dulu mengetahui kondisi di sekolah ini mengatakan "mereka menganggap siswa dan orang tua itu adalah client yg harus mereka puaskan dalam institusi pendidikan ini".

Jadi, dengan kasus ini aku sempat berfikir, apa yang terjadi dengan pendidikan di Indonesia saat ini. Apakah tujuan dan hakikat dari pendidikan telah bergeser, dari mendidik dan mencerdaskan siswa ke memuaskan orangtua siswa dengan pendidikan yang mahal ?

Jumat, 03 April 2009

Pernak Pernik Bebatuan dari Martapura, Kalimantan Selatan

Minggu kedua di bulan Maret yang lalu aku berkesempatan untuk menginjakkan kakiku di Bumi Kalimantan Selatan untuk kedua kalinya. Sebenarnya perjalanan kali ini tidak direncanakan jauh-jauh hari. Bermula, ketika ada salah seorang pembaca blogku menyatakan ketertarikannya akan pernak pernik yg terbuat dari bebatuan yg berasal dari tanah dayak ini dan beberapa teman, kerabat ada juga yang tertarik akan hal ini. Maka, tanpa banyak pertimbangan, akupun memutuskan untuk pergi kesana dan hunting beberapa perhiasan dan pernak pernik yang sekiranya dapat menarik perhatian.

Begitu mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Ayuk Mely, sepupu ku sudah berada disana untuk menjemput kedatanganku. Tanpa membuang banyak waktu dari bandara kita langsung menuju Kota Martapura, pusat pernak pernik bebatuan ini berada. Inilah hasil hunting selama berkelana di pusat perdagangan batu permata dan cinderamata, CAHAYA BUMI SELAMAT, MARTAPURA.


Ini Gelang dari Batu giok yang di rangkai dengan perak. Ada beberapa macam pilihan warna, Hijau (seperti pada gambar), merah dan biru.
Harga: Rp. 70,000





Gelang bermagnet untuk wanita yang dihiasi dengan batu Mata Kucing. Magnet yg terdapat disini berfungsi untuk melancarkan peredaran pembuluh darah (menurut penjual disana). Tentang khasit2 ini, aku juga akan mencoba menggali informasi yg lebih akurat lagi.
Harga: Rp. 100,000




Gelang bermagnet yang diperuntukkan bagi laki-laki.
Harga: Rp. 150,000










Gelang batu akik yang dirangkai dengan perak. Terdapat banyak pilihan warna.

Harga: Rp. 70,000





Dinamakan Gelang Tinju, karena terdapat dua tonjolan seperti sarung tinju pada ujung2 gelang yang diperindah dengan permata2 putih.

Harga yg Tipis: Rp. 50,000

Harga yg Tebal: Rp. 85,000


Terbuat dari kristal warna warni yang dirangkai dengan perak.

Harga: Rp. 75,000









Serupa dengan gelang kristal diatas, yang membedakan adalah kristal yang dirangkai berbentuk bulat.

Harga: Rp. 75,000












Bros dengan kristal besar di tengah, yang warna kristal nya dapat berubah-ubah jika di lihat dari sisi yang berbeda.
Harga: Rp. 50,000








Satu set perhiasan dari kristal korea yang dirangkai dengan lapisan perak. Terdiri atas sepasang anting, cincin, kalung + liontin.

Harga: Rp. 115,000






Terbuat dari kristal yang dirangkai dengan lapisan perak. Di sekeliling kristal utama, terdapat permata2 putih mengkilap yang dapat menambahkan kesan mewah pada perhiasan ini. Terdiri atas sepasang anting, cincin, kalung + liontin.

Harga: Rp. 125,000





Hiasan berupa pepohonan yg terbuat dari batu-batuan sintetis yang dirangkai dengan kawat.

Harga: Rp. 150,000








Serupa dengan hiasan ditas, tetapi yg ini berukuran lebih kecil. Terdapat beragam varian warna bebatuan.
Harga: Rp. 85,000









Perhiasan yg terbuat dari Mutiara tiruan yang dirangkai dengan lapisan perak. Terdiri atas sepasang anting, cincin, gelang, kalung+liontin.

Harga: Rp. 75,000










Kalung panjang dengan Liontin Kristal besar.
Harga: Rp. 55,000







Terbuat dari kristal warna warni yang dirangkai dengan material yang bersepuh emas. Tardiri atas sepasang anting, cincin, gelang, kalung + liontin.
Harga: Rp. 300,000




Silahkan menikmati dan jika ada yang berminat bisa menghubungiku via email atau YM.

Maliq & D Essentials

Maliq & D'Essentials ~ Pilihanku

Get more songs & code at www.stafaband.info