Welcome to My World

Terima kasih buat kawan - kawan sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi Blog ku.
Semoga ada sisi baik nya yang bisa diambil dari sini.

Tampilkan postingan dengan label Puasa Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2008

KEUTAMAAN PUASA


Di dalam bulan penuh hikmah ini, aku ingin memberikan satu kisah yang di dapat dari buku "Kisah Sejuta Hikmah" yang merupakan hasil tulisan dari Syaikh Shihabuddin al-Qalyubi, terbitanPenerbit Misbah.

*************************************************

Sudah tiga tahun Sufyan ats-Tsauri berada di kota Mekah. Dia sering Melihat salah seorang penduduk yang senantiasa datang ke masjid di hari-hari suci untuk bertawaf dan shalat dua rakaat. Seusai shalat, dia selalu memberi salam kepada Sufyan, lalu pergi.

Meski begitu, diantara mereka terjalin persahabatan erat. Suatu hari sang sahabat sakit dan memanggil Sufyan. Kepada sahabatnya itu, dia berwasiat: Kalau saya mati, mandikan, shalatkan dan kuburlah aku. Lalu bacakanlah kalimat syahadat sebagai bekalku untuk menjawab segala pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir." Sufyan ats-Tsauri menyanggupi wasiat itu.

Beberapa waktu setelahnya, sang sahabat berpulang ke Rahmatullah. Sufyan segera melaksanakan wasiatnya. Bahkan, sebab kecintaannya kepada sahabat itu, dia menginap di dekat kuburnya.

Malam itu, saat setengah tidur, terdengarlah suara memanggil sufyan. "Wahai Sufyan, orang ini tidak membutuhkan pemeliharaanmu, karena kami telah membahagiakannya."
"Mengapa demikian?" tanya sufyan dengan heran.
"Karena keikhlasannya berpuasa di bulan Ramadhan."

Mendengar itu, Sufyan terbangun. Tapi tak seorang pun yang dia lihat. Kemudian dia mengambil air wudhu dan shalat. Sesudah itu dia tidur kembali.

Ternyata Sufyan kembali mendengar suara yang sama dalam tidurnya. Sebab itulah yakin bahwa suara itu datangnya dari ar-Rahman (Allah) dan bukan dari Syeitan.

Keesokan harinya, Sufyan meninggalkan makam itu sambil berdo'a: "Ya Allah! Beri aku kesanggupan untuk berpuasa seperti puasa sahabatku, dengan kebesaran dan keagungan-Mu."

***************************************************

Semoga dengan membaca kisah diatas, kita semua dapat menjalankan Ibadah puasa kali ini dengan penuh keikhlasan, agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan di alam kubur nantinya.
Amin ya Rabbal Alamin.........

Selasa, 26 Agustus 2008

Renungan Menyambut Ramadhan Yang Sesungguhnya

Tidak lama setelah aku meng klik tombol Mempublikasikan Posting untuk postinganku sebelumnya RENUNGAN MENYAMBUT RAMADHAN, aku keluar ruangan untuk sholat Zuhur. Entah kenapa sholatku kali ini memakan waktu agak lama dari biasanya dan ada perasaan yang tidak enak datang secara tiba-tiba. Selesai sholat aku lihat ada SMS masuk di HP ku, aku pikir itu SMS dari bos ku yg sekarang sedang berada Syria, untuk menanyakan beberapa hal tentang pekerjaan, tapi ternyata SMS itu dari teman Kos ku Dini, isinya: "Mba Wid, aku mau kasih tau tadi jam 10 Bapak Kos Meninggal."


Ya Allah, tidak sampai satu jam dari apa yang aku posting tentang kematian dan siksa kubur, aku langsung mendapatkan teguran dari MU untuk benar-benar merenung dalam menyambut Ramadhan ini, bahwa rejeki, maut dan jodoh itu hanyalah kuasa Mu.

Sebelumnya aku juga diberi tahu oleh temanku (Rini) yg bekerja di BPPT bahwa ada gempa di selat sunda yg berkekuatan 6.6 skala richter dgn kedalaman +/- 20 km dan berpotensi tsunami. Tetapi alhamdulillah tidak ada tsunami dan jangan sampai ada lagi. Aku pun langsung bersyukur bahwa adekku yang kerja di Lampung sekarang sedang cuti dan ada di Palembang. Jadi dia tidak harus merasakan gempa itu.

Ya Allah, lengkap sudah engkau memberikan sengatan kepadaku hari ini melalui musibah2 yang terjadi disekelilingku untuk bersiap2 menyambut Ramadhan di tahun ini. Berikanlah aku waktu untuk dapat sampai dan menyelesaikan bulan Ramadhan di tahun ini.

Amin ya Rabbal Alamin.......

Renungan Menyambut Ramadhan

Tidak terasa kurang dari sepuluh hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1429 H.
Aku baru saja membuka file2 tulisan yang aku terima dari milist atau teman2 dan aku menemukan satu tulisan yang bisa jadi bahan perenungan buat kita dalam menyambut Ramadhan tahun ini.

Mungkin teman2 sekalian ada yang sudah pernah membaca tulisan ini, dan bagi yang belum, semoga dapat menjadi perenungan buat kita semua.

Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya. Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung.
"Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... " Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.

"Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.
"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.
"Iya kan yah?"Ayahnya tersenyum,
"Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata... Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un ....

Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya... "Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."

Maliq & D Essentials

Maliq & D'Essentials ~ Pilihanku

Get more songs & code at www.stafaband.info