Welcome to My World

Terima kasih buat kawan - kawan sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi Blog ku.
Semoga ada sisi baik nya yang bisa diambil dari sini.

Tampilkan postingan dengan label Laskar Pelangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laskar Pelangi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2008

Maryamah Karpov: Mimpi-Mimpi Lintang, Andrea Hirata



Inilah buku yang paling di tunggu-tunggu oleh para penggemar Laskar Pelangi. Ini merupakan buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi yang diterbitkan oleh PT. Bentang Pustaka.

Buku yang memiliki tebal 504 halaman ini menceritakan bagaimana Ikal yang lulusan S2 dari Sorbonne University, Perancis berinteraksi dengan masyarakat sekitar yang tidak terlalu memperdulikan pendidikan tinggi.

Diceritakan pula bagaimana gigihnya Ikal dalam menemukan jejak A Ling, akhir kisah cinta Arai dan Zakia Nurmala, kehidupan sang Jenius Lintang dan Mahar serta pertemuan Ikal dengan para anggota Laskar Pelangi lainnya.

Dari keseluruhan isi buku, yang paling kusukai adalah Mozaik 12: Seni Menikmati Seni. Pertemuan Ikal dengan Bang Zaitun sang seniman kampung yang menjelma menjadi sopir angkutan. Bagaimana Bang Zaitun menilai seseorang dilihat dari penampilannya melalui sebuah lagu. Selama perjalanan mengantarkan penumpang, Bang Zaitun menaksir lagu yang representatif untuk para penumpangnya. Sebagai contoh:

Indra Gunawan, S.E., Ak., yang diterima bekerja sebagai kepala pembukuan sebuah perkebunan kelapa sawit di Belitong, mendapat suguhan lantunan lagu merdu yang sangat elite, Englishman in New York! Karya Sting!

Ada juga calon dokter sekaligus calon mempelai. Seorang gadis Melayu, yang bekerja sebagai medical representative telah menambat hatinya dihadiahi syair penuh harapan cinta dari Amerika: Always, Atlantic Star.

Penumpang lainnya seorang Bapak pejabat yang baru pensiun dari sebuah lembaga keuangan pemerintah di nugerahi lagi My Way, Frank Sinatra.

Akhirnya tibalah giliran Ikal, setelah bersusah payah Bang Zaitun akhirnya menemukan sebuah kaset yang sudah kumal, ada tulisan Ira Puspita Record di punggungnya, tak lama kemudian
terdengar kerincing tamborin, gemendut gendang, seruling bambu, dan lengkingan kasidah dangdut.

Perdamaian, perdamaian ...
Banyak yang cinta damai
Tapi perang semakin ramai
Banyak yang cinta damai
Tapi perang semakin ramai
Bingung bingung ku memikirnya ¤

Jumat, 28 November 2008

Launching Maryamah Karpov

Buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini telah di kenalkan ke publik hari ini secara live di TV One pkl 08.00. Bincang - bincang mengenai novel ini menghadirkan sang penulisnya sendiri Andrea Hirata dan Gangsar Sukrisno (CEO Bentang Pustaka). Terlihat secara fisik bukunya memiliki tebal yang sama dengan Laskar Pelangi.

Malam ini juga akan diadakan acara PELUNCURAN MARYAMAH KARPOV bersama
Andrea Hirata - Giring Nidji
28 Nopember 2008
Pk. 19.00 WIB
MP. Bookpoint
Jl. Puri Mutiara Raya - Cipete
Jakarta Selatan

Jumat, 26 September 2008

Akhirnya Nonton juga Laskar Pelangi The Movie


Kalo Kata Uci temenku, pecah sudah satu bisul ;p

Kemaren tanggal 25 September, tepat di hari pertama pemutaran film Laskar Pelangi di seluruh Indonesia, Aku, Mba Renny and Lusi pergi nonton sepulang dari kantor. Tadinya kita mo nonton di XXI Kelapa Gading, begitu mo nyari tempat duduk, yang tersisa cuma 2 baris terdepan. Wah..... daripada leher sakit n mata berair, di putusin kita switch lokasi nonton di La Piazza yg waktu mainnya 45 menit lebih lama di banding di XXI.

Sebelum masuk studio, aku udah liat sekumpulan ABG2, yang aku pastiin mereka adalah para pemburu Film Laskar Pelangi juga, sama seperti aku ;p

Film dimulai dengan menampilan Tokoh Ikal Dewasa yang diperankan oleh Lukman Sardi yang sedang berada di dalam bus berwarna biru. Di ceritakan Ikal sedang dalam perjalanan pulang kampung setelah sekian lama meninggalkannya. Tidak lama kemudian muncul anak2 kecil yg sumringah menyambut hari pertama untuk masuk sekolah dan ada seorang Ibu Guru Muda dan seorang lelaki separuh baya, dialah Ibu Muslimah dan Bapak Harfan. Tampak raut muka cemas pada kedua guru tersebut karena quota minimal 10 murid yang ditetapkan Depdiknas Sumsel untuk kelangsungan sekolah tersebut belum terpenuhi. Baru terdapat 9 murid yang sudah mendaftar, tepat jam 11 Pak Harfan sudah menyiapkan pidato untuk menyampaikan kabar buruk ini bahwa sekolah tidak dapat diselenggarakan. Namun Bu Muslimah tidak bisa menerima kenyataan ini dan dia pun keluar kelas untuk mencari satu orang murid lagi. Ditengah kepanikan tersebut, Ikal kecil berteriak memanggil Harun yang sedang berlari menuju ke sekolah, dan akhirnya SD Muhammadiyah Gantong pun tidak jadi ditutup.

Dimulailah kisah perjuangan 10 murid terakhir dari SD Muhammadiyah ini untuk mendapatkan pendidikan, mereka adalah Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Kucai, Trapani, Borek, A Kiong, Harun dan Sahara yang di perankan oleh anak2 asli pulau Belitong tempat setting keseluruhan dari cerita film ini. Dilengkapi dua anak lagi yang memerankan tokoh A Ling dan Flo.

Akting yang natural dari ke 12 anak ini merupakan kekuatan tersendiri pada film ini. Lihatlah akting Verrys Yamarno yang memerankan Mahar sang Seniman, benar2 hebat. Terutama pada saat dia menyanyikan lagu Seroja untuk menghibur hati Ikal yang sedang patah hati karena ditinggal A Ling pergi. Adegan ini adalah adegan yang paling kutunggu2 dan ini sesuai dengan ekspektasiku. Karakter Lintang yang dewasa dan haus akan ilmu di perankan dengan apik oleh Ferdian. Tentunya Zulfanny yang berperan sebagai Ikal benar2 dapat mewakili karakter melankolisnya.

Secara keseluruhan film ini dapat menyampaikan pesannya akan arti penting pendidikan bagi setiap anak. Pendidikan bukan hanya hak orang2 berduit.
Semoga film ini dapat "menyentil" para pembuat kebijakan pendidikan di negeri ini, bahwa masih banyak anak2 di desa terpencil yang berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan siapa tau diantara anak-anak itulah nantinya akan muncul tokoh2 besar yang bisa membawa perubahan yang baik bagi kelangsungan bangsa Indonesia tercinta ini.

Kamis, 18 September 2008

Diskusi Film Laskar Pelangi di O Channel

Tadi pagi begitu aku pindahin channel ke acara Pagi Jakarta di O Channel, langsung terpampang wajah2 Kucai, Sahara, Ikal, Mahar dan tokoh2 Laskar Pelangi lainnya yang sedang berada di dalam kelas. Rupanya topik pagi ini adalah "Laskar dari Belitong" yang menghadirkan Mira Lesmana selaku Produser, Riri Riza sang Sutradara dan Ikranegara serta Lukman Sardi yang turut ambil peran di dalam film Laskar Pelangi yang akan tayang tgl 25 nanti.

Diperlihatkan beberapa potongan adegan film, behind the scene dan foto2 pemeran anak-anak Laskar Pelangi yang membuatku makin nggak sabar untuk menyaksikan filmnya.

Diceritakan bagaimana mulanya Mira dan Riri mendapatkan ide untuk memfilemkan novel laris ini, hunting pemain dan lokasi serta cobaan hujan yang menghantam pada 10 hari pertama Syuting.



Aku nggak sabar melihat aktingnya Zulfanny, Verrys, Ferdian, Febrian, Yogi, dll. Terutama adegan Mahar yang sedang menyanyikan lagu Seroja sembari membawa terbangan untuk menghibur Ikal yang sedang Patah Hati.

Diceritakan juga bagaimana sabarnya seorang Riri Riza dalam men direct anak-anak asli Belitong tersebut yang sama sekali belum mempunyai pengalaman di dunia akting, bagaimana menampilkan detail2 adegan2 yang merupakan ruh dari novelnya dan yang pasti kerinduan mereka untuk kembali lagi ke Belitong.

Mendengar cerita mereka dan melihat potongan2 film itu membuatku ingin kembali lagi kesana, menikmati pantai2 landainya yang eksotik, pulau2 kecil yang terdapat batu2 granit raksasa, bendungan Pice yang merupakan kebanggaan masyarakat Gantong, Batu Satam, Mie Belitong, Gangan, Teritip, ah pokoknya semua yang ada di Belitong.

This is the highly recommended film......!!!!!!!!!

Kamis, 28 Agustus 2008

O.S.T Laskar Pelangi



This video I've taken from http://www.truveo.com/



LASKAR PELANGI

Song by Nidji


Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah, tanpa lelah, sampai engkau meraihnya
Laskar Pelangi....
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa, raih bintang di Jiwa


Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia, selamanya..................


Cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita
Laskar Pelangi....
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai, jutaan mimpi di bumi

Taping Kick Andy Edisi Film Laskar Pelangi

Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih dulu untuk Pak Kris yang sudah memberikanku kesempatan untuk ikut serta dalam taping acara Kick Andy Edisi Film Laskar Pelangi ini.

Ini kali pertamanya aku datang ke Metro TV, setelah muter2 lumayan lama akhirnya sekitar pukul 18.30 kita sampai juga. Begitu naik ke lantai 3, wahhhhh para penggemar Laskar Pelangi sudah ngantri untuk masuk ke studio, tapi aku nggak perlu ikut ngantri, aku 'ngintilin' Pak Kris n kita disuruh naek ke lt. 4. Begitu masuk disalah satu ruangan di lantai tersebut aku langsung melihat sosok yang begitu lekat di ingatan ku IBU MUSLIMAH. Subhanallah, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan seorang guru yang sudah memberikan begitu banyak inspirasi. Masih seperti pada pertemuan pertama di Tj. Tinggi, Ibu Mus tetap ramah, walaupun pastinya dia sudah nggak inget aku lagi. Karena katanya sudah begitu banyak orang yang dia temui semenjak kehadiran buku Laskar Pelangi. Dia bilang "Waduh gara2 Andis (panggilan Bu Mus untuk Andrea) ini saya jadi susah begini, banyak sekali yang minta jadi pembicara. Makanya kalo dia lagi pulang ke Belitong suka saya pukuli dia".

Tidak lama kemudian Andrea datang, dengan tetap memakai topi hitam kesayangannya itu, dia mengenakan kemeja putih dan celana denim warna hitam, langsung menyapa (dlm bahasa melayu) dan menyalami Ibu Mus. Aku yg sedang ngobrol dengan Ibu Mus pun ikut disalami :-)

Waktunya taping..........
Mba Ayu orang Metro TV sudah menyuruh kita untuk masuk ke studio. Ibu Mus, Pak Kris, Mas Putut, Aku, Mba Ria n beberapa orang Metro lainnya sama2 turun ke lantai 3. Masuk ke studio, bangku penonton sudah penuh, akhirnya ditambah beberapa kursi lagi untuk kita duduk. Dalam ruangan disisi panggung Kick Andy, aku melihat para pemeran cilik LP & Cut Mini.

Session Pertama..........
Diawali dengan menghadirkan 5 pemeran Laskar Pelangi: Lintang (Ferdian), Kucai (Yogi), Mahar (Verrys), A Kiong (Suhendry) dan Borek (Febriansyah). Dibarisan depan dari bangku penonton terlihat juga Sahara (Dewi Ratih) dan Flo (Marcella) yang di apit oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Dialog berlangsung seru, pertanyaan2 seputar film dijawab dengan polos oleh mereka. Misalnya seperti pada saat Andy Noya bertanya kepada A Kiong "kamu setuju nggak klo si Ikal itu pacaran sama A Ling, dia sepupu kamu kan?" belum sempat di jawab, si Kucai Udah nyamber "Nggak Om, kan dia suka, trus mau nembak A Ling" Geeeerrr....... tawa penonton pun sontak meledak. Di luar Film mereka memang anak yang menyenangkan, dengan senang mereka melayani permintaan foto bersama dan menjawab pertanyaaan2 dari para penggemar LP se usai syuting Kick Andy.

Session Kedua..........
Disini membahas OST Film LP yang di buat oleh Grup Band Nidji. Setelah perform dengan lagunya, Giring dengan excited nya bercerita mulanya dia ditawari oleh Mira Lesmana untuk membuat OST ini. Sebelum datang tawaran, Giring memang pernah mengungkapkan ke teman2 nya "Guys, ini ada buku bagus, judulnya Laskar Pelangi, kalian harus baca ini buku, dahsyat banget. Nanti klo buku ini di jadiin film, kita yang harus buat OST nya". Giring mendapatkan buku ini dari Ibu nya yang sudah lebih dulu menjadi penggemarnya LP, dia juga menceritakan betapa excited nya sang Bunda pada saat ikut ke Belitong, menemani Nidji syuting Video Klip dan juga pada saat di ajak ke Metro TV untuk taping kali ini, beliau bisa bertemu langsung dengan Ibu Muslimah. Giring mendapat tawaran untuk proyek OST ini langsung dari Mira Lesmana yang memang penggemar berat Nidji. Tanpa berpikir dua kali, dia langsung menerima tawaran ini. Giring juga cerita bagaimana kagetnya dia sewaktu bertemu dengan Andrea Hirata di Rolling Stone. "Sewaktu saya sedang makan, ada orang yang mencolek saya dan bilang, terima kasih ya sudah bersedia membuat soundtrack nya, begitu saya noleh, ternyata itu adalah Andrea Hirata, wah sudah nggak saya lepasin lagi tuh tangannya, klo saya lepasin, pasti orang ini pergi" begitulah celoteh Giring.

Session Ketiga.........
Menghadirkan Cut Mini yang berperan sebagai Ibu Muslimah dan Ibu Muslimah Asli. Sebelumnya diperlihatkan potongan2 film. Cut Mini tidak kuasa menahan Air Mata harunya. "Ini sudah kedua kalinya saya nangis hari ini. Pertama, tadi pada saat melihat thriller film ini untuk yang pertama kalinya dan sekarang, disini". Sewaktu ditanya bagaimana tanggapan Ibu Muslimah terhadap Cut Mini yang memerankan dirinya, ibu Muslimah menjawab "Mini baru nanya pendapat saya itu setelah seminggu proses syuting berjalan, ya mau nggak mau saya harus setuju" Geeeerrrr....... lagi2 disambut tawa penonton.

Session Terakhir..........
Ini yang sudah ditunggu-tunggu, siapa pemeran Ikal kecil dan Andy Noya pun memanggil "Mari kita sambut Ikal Kecil dan Ikal Besar......". Muncullah Andrea Hirata dengan merangkul seorang anak kecil yang betul2 mirip dengan dirinya, anak itu bernama Zulfanny, inilah yang akan memerankan Ikal di film LP. "Seperti inilah saya kecil dulu, melow...." celoteh Andrea. Andy Noya bertanya kepada Ikal Kecil "Sebenernya Ikal ini pacaran nggak sih sama A Ling?" "Iya, pacaran" Andrea langsung nyamber "Baguuss...."
"Kamu sudah diajarin ya tadi di dalam ?" kata Andy Noya kepada Zulfanny.
Sebelum acara taping dimulai, Andy Noya memang bilang begini "nanti kita cari tau, sebenernya Ikal sama A Ling itu beneran pacaran nggak. Jangan2 ini si Andrea cuma bertepuk sebelah tangan?" dan terjawablah sudah pertanyaan itu. Pada saat ditanya adegan yang mana yang paling susah untuk di mainkan, Zulfanny tampak bingung. Disinilah saya suka dengan cara Andy Noya menemukan jawaban dr pertanyannya.
Andy : "Di Film itu nanti ada nggak adegan Ikal Beli Kapur"
Fanny: "Ada"
Andy : "Adegan yang melihat tangan A Ling itu ada juga?"
Fanny: "Ada"
Andy : "Nah, di novel kan diceritakan kapurnya jatuh, trus akhirnya si Ikal dan A Ling saling memandang. Adegan itu ada juga?"
Fanny: "Nah.....itu.....lah adegan yang paling susah" (langsung disambut tawa penonton)

Acara pun ditutup dengan performance Nidji yang sekali lagi membawakan lagu Laskar Pelangi.

Seusai taping, panggung langsung diserbu oleh penonton yang minta foto bersama. Tapi aku memilih untuk langsung keluar dan lagi2 ngintilin Pak Kris masuk ke Green Room nya Metro TV. Disana sudah berkumpul semua pendukung acara yang tadi terlibat, Genk LP, Cut Mini, Nidji, Andrea Hirata, Mira Lesmana, Riri Riza, Dhipie (Renjana), dll. Aku bertemu langsung dengan anak2 pemeran Laskar Pelangi. Mereka semua anak2 yang menyenangkan. Aku sempat ngobrol dengan Flo, Sahara, Borek, A Kiong n Mahar. "Aku kelas 2 SMP" kata Sahara. "Klo Aku kelas 1 SMP" kata flo, sewaktu aku menanyakan tentang sekolah mereka. "Besok udah mau pulang lagi niy ke Belitong, udah beberapa hari bolos sekolah, nggak enak", begitulah cerita Borek pada saat aku ngobrol dengannya. Di sisi lain aku melihat Ikal Kecil nampak pucat dan nggak banyak omong seperti temannya yang lain, kelihatannya dia sudah capek sekali. Jadi aku nggak tega buat ngobrol banyak2 dengan dia.

Semua terlihat senang dan sebelum bubar, aku sempat mendengar Andrea Hirata berkata "I am very proud of you guys......"

Jumat, 01 Agustus 2008

Dari Perpisahan Syuting Film Laskar Pelangi

Tanjung Tinggi, Belitong, 04.07.2008

Ini ada beberapa foto dari acara perpisahan Syuting Film Laskar Pelangi yang diabadikan oleh Mas Rizal dari Bentang Pustaka yang merupakan ole2 dari perjalanan wisata ke Bumi Laskar Pelangi yang sudah aku post beberapa waktu yg lalu.

Syuting untuk film ini memakan waktu +/- 40 hari dan penayangan perdana film ini akan dilaksanakan pada bulan September di Jakarta.


Ibu Muslimah (Baju Merah) tokoh sentral dalam Film ini akan di perankan oleh Cut Mini.






Mira Lesmana bersama Dewi Ratih Ayu Safitri, Pemeran Zahara (baju kuning) dan Suhendri, Pemeran Akiong (baju merah).







Pemeran Laskar Pelangi adalah anak-anak asli Belitong.
Mereka tidak ada basic seni peran tapi Mira Lesmana menyebut mereka sebagai anak-anak yang cerdas dan mau belajar, mereka adalah:
1. Zulfany, sebagai Ikal (Baju Putih dengan Jaket di leher)
2. Verrys Yamarno, sebagai Mahar (Baju Biru Pakai Topi)
3. Ferdian, sebagai Lintang (Baju Coklat Muda)
4. Yogi Nugraha, sebagai Kucai (Baju Merah disamping "Flo")
5. Muhammad Syukur Ramadhan, sebagai Syahdan (Baju Hitam)
6. Suharyadi, sebagai Trapani (Baju Coklat Tua disamping Mira Lesmana)
7. Febriansyah, sebagai Borek (Baju Merah Marun)
8. Jefrry, sebagai Harun
9. Marchella El Jolla Kondo, sebagai Flo (rambut pendek, baju biru muda)
10. Levina, sebagai A Ling (baju biru tua, disamping flo)

Foto bersama Anggota Laskar Pelangi A Kiong (Jaket Abu-abu) dan Zahara (Jaket Hitam), beserta anak perempuan mereka (berjilbab putih).





Foto bersama crew Film:
- Lukman Sardi (Pemeran Ikal Dewasa)
- Mira Lesmana (Produser)
- Riri Riza (Sutradara)



Selain Lukman Sardi dan Cut Mini, akan ada bintang2 terkenal lainnya yang turut meramaikan Film ini, antara lain: Rike Dyah Pitaloka sebagai Ibunda Ikal, Mathias Muchus sebagai Ayahanda Ikal, Ikranagara sebagai Pak Harfan, Ayo Bayu sebagai Lintang Dewasa, Robby Tumewu sebagai Ayah A Ling dan ada 2 tokoh yang tidak terdapat dalam novel yang merupakan hasil rekaan Mira Lesmana dan Riri Riza, tetapi telah disetujui oleh Andrea Hirata. Mereka adalah Pak Zulkarnain, seorang yang banyak menyumbang bagi keberlangsungan Sekolah Muhammadiyah yang akan diperankan oleh Slamet Raharjo dan Pak Mahmud, Guru sekolah PN Timah yang menyimpan rindu kepada Bu Mus yang akan diperankan oleh Tora Sudiro.

Semoga dengan hadirnya film Laskar Pelangi akan menambah kecintaan kita kepada negara ini dan bangga sebagai orang Indonesia.

(Sumber nama-nama pemeran didapat dari Majalah Tempo edisi 21-27 Juli 2008)

Sabtu, 12 Juli 2008

Ucapan Terima Kasih - Perjalanan Ke Bumi Laskar Pelangi

Setelah mengalami perjalanan yang mengesankan selama 3 hari di Bumi Laskar Pelangi, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk:

1. Allah Swt, yang mendengar doaku dan memberikan ku kesempatan untuk Jalan-jalan ke Bumi nya Laskar Pelangi.

2. PT. Bentang Pustaka, sebagai Pihak Penyelenggara.
Ini merupakan apresiasi yg luar biasa dr penerbit kepada pembaca novelnya.

3. Yang pasti kepada teman-teman semua yg sudah memberikan banyak pengalaman:-
- Mas Salman yg selalu bersenandung Ke Pice
- Mas Rizal yg selalu mengabadikan momen2 narsis kita ;p
- Ibu Fitri yg jadi temen kamarku
- Ibu Vita yg Sunda Pisan
- Ibu Kristine yg baik
- Mba Yanti yg namanya sama dengan aku ^_^
- Mba Evie sang Jurnalist sejati ;-)
- Mba Ely yg biduran Teritip ;p
- Mba Kikieb yg seneng banget sama kucing ;p

Always keep in touch friends..........
I love you all.........
mmmmuuuuaaahhhhhhh................

4. Lor In (Pak Yanto), terima kasih atas service nya.
Klo nanti aku ke Belitong lagi, kasih diskon ya ;p

5. Levi Tour - Mas Agus, terima kasih atas cerita2 nya
Idem sama Pak Yanto (Minta diskon ;p)

6. Nggak lupa bos ku, Mr. Gaurav Kapoor, yang sudah ngasih ijin ^_^

PS: Nanti adain reuni anggota wisata ke Bumi Laskar Pelangi ya, di Belitong, n minta di undang sama Bentang Pustaka ;p
(ngarep)

Perjalanan ke Bumi Laskar Pelangi (Part 8)

Hari ketiga di Belitong

Yang berarti hari terakhir dari wisata kita ke BUMI LASKAR PELANGI.

Selesai sholat subuh, sebelum sarapan aku masih pengen menikmati lagi Pantai Tanjung Tinggi. Aku nemuin ayunan di bawah pohon, jadi lah aku menikmati pagi itu sambil memandang ke Pantai dr ayunan kayu.

Klo udah begini, rasanya nggak pengen pulang, pengen nambah lagi waktu liburannya.
Aku nelpon Ibu ku di Palembang n cerita ke beliau klo rasanya kok aku tuh kayak mimpi bisa ada di Belitong sekarang. Klo nggak karena kuasa Allah melalui perantara Bentang Pustaka, aku nggak tau kapan bisa sampai ke sini.


Aku juga cerita ke adekku yg no. 2 (Enggi') klo disini bener2 indah seperti yang pernah dia ceritain, karena dia sudah beberapa kali kesini. Dia juga yang nyaranin bawa memori kamera yang besar n batere yg banyak, karena rugi katanya klo nggak banyak foto2 di Belitong dan itu memang benar sekali teman-teman........

Jam 7 pagi seperti biasa, waktunya kita sarapan untuk terakhir kalinya dalam acara wisata ini.

Nggak taunya Mas Salman n Pak Yanto memikirkan usulan Ibu Fitri yg semalem buat jalan2 ke Tandjong Pandan dan sekitarnya dari pagi. Ya sudah, selesai sarapan aku buru2 mandi, habis itu sekalian packing buat pulang, krn takutnya nggak keburu lagi setelah dr Tj. Pandan.

Jam 9.30 kita semua kumpul di lobi n berangkat dengan 2 mobil. Satu mobil dgn Pak sopir yg orang Belitong dan mobil yg kedua, kita pake mobilnya Pak Yanto dgn Mas Salman sbg sopirnya ;p

Tujuan pertama kita adalah Tj. Pendam, disana terdapat kapal keruk ke-3 (2 kapal lainnya ada di pulau Bangka) yg dipergunakan untuk menambang timah.

Kapal ini sudah tidak beroperasi lagi, yang terlihat sekarang hanyalah bangkai nya saja. Kita juga melihat beberapa orang yang sedang mengangkut potongan2 besi yang aku kira ini adalah hasil dr bangkai kapal yg nantinya dikiloin dan ditukar dgn duit.






Dari Tj. Pendam, kita menuju ke Museum Tj. Pandan.

Disini terdapat beberapa koleksi keramik buatan Cina dari beberapa dinasti yg aku nggak inget nama2nya. Ada juga replika kapal keruk, jenis2 buaya Belitong yg sudah diawetkan, senjata2 tradisional, replika adat pernikahan, replika tambang timah, replika pembangkit listrik pada jamannya PN Timah berjaya dan juga jenis2 batu2an n logam2 mineral yang ditemukan di sekitar wilayah Belitong.


(ini tampak depan bangunan museum dan prasasti yg bertuliskan beberapa nama orang Belanda)




Ini adalah foto DR. S. ORBERGER
Beliau merupakan tokoh pelopor berdirinya Museum.









Yang ini adalah foto Rumah Sakit Tj. Pandan pada tahun 1862 - 1912.







Dari Museum kita ke Jl. Veteran Tj. Pandan.
Disini kita diajak ke salah satu toko yg menjual batu SATAM atau batu Meteor khas Belitong. Batu2 ini berwarna Hitam dan terdapat ukiran2 secara alami (maaf aku juga nggak sempet foto batu2 ini). Ada yg dijadiin batu cincin dan ada juga yg di iket n di pake sebagai liontin.
Di toko ini juga menjual beberapa keramik2 yg sudah berumur ratusan tahun, yang sebetulnya siy nggak boleh dijual karena ini merupakan aset negara.

Selesai belanja Batu Satam n Keramik2 Kuno, kita menuju ke toko yg menjual ole2 khas Belitong. Ada Kerupuk yg terbuat dari Udang, Ikan, Cumi ada juga terasi dan abon Ikan (sambel lingkung). Aku cuma membeli beberapa bungkus keupuk ikan dan cumi buat ole2 temen2 kos n temen kantor.

Selesai belanja ole2, kita pun kembali ke hotel untuk makan siang dan siap2 untuk ke bandara.
Tanpa menunggu semua teman2 kumpul di meja makan, kita sudah langsung menyantap makanan yg sudah ada, satu karena bawaan laper habis belanja n yg kedua ikan bakarnya sungguh menggoda selera ;p

Kira2 jam 2 siang, kita langsung menuju ke Bandara dan ini adalah saat nya meninggalkan Belitong...........

Klo ada kesempatan aku pengen kembali lagi ke Belitong.......

What an Amazing Journey with amazing friends.............

Perjalanan ke Bumi Laskar Pelangi (Part 7)

Seharian kita dibawa mengelilingi pulau-pulau kecil yang cantik2 di sekitar Tj. Tinggi, Tj. Kelayang n Tj. Binga, rasanya nggak pengen pulang...............

Sampai di Lor In kira2 jam 5 sore dengan muka, tangan n kaki yang gosong ;p
Langsung menuju ke kamar buat bersih2, rasanya badan lengket semua kena air laut.

Selesai bersih2, kita nongkrong di restaurant buat ngupi2 n leye2 sebentar sambil nunggu waktu magrib.
Nggak tau nya, Pak Yanto (Manager Lor In) lagi nyiap2in alat2 organ tunggal buat ntar malem.
Wah........bakal nyenyong2 bareng niy, kan malem perpisahan ceritanya........
Karena besok sore kita sudah harus pulang ke Jakarta (nggak relaaaa........)

Magrib, bubar masuk kamar masing2 n kumpul lagi waktu makan malem nanti.

Jam 7 PM, waktunya makan malem......
Nggak tau nya tuh orgen tunggal dah maen n dah mulai dangdutan aja tuh Mba Yanti n Pak Yanto ^_^

Makan malem kali ini kita dapet menu istimewa khas Belitong, namanya GANGAN KEPALA IKAN KETARAP, uenaaakkkkkk banget.........
(sorry nggak sempet foto bentuknya, dah keburu disantap ;p)
Rasanya gurih, agak manis dikit n agak pedes juga.
Penampilannyanya siy mirip Pindang Ikannya Palembang, tapi ini kuahnya warna kuning dr kunyit (klo kuah pindang kan agak2 coklat).

Sembari makan malem, klo ada yg mo menyumbangkan suara indahnya dipersilahkan.
Sebelumnya, kita pemanasan dulu, joget dangdut.......
Jujur, ini pertama kalinya aku joget dangdut rame2 (klo sendirian siy sering di kamar ;p)

Satu persatu dr kita mulai unjuk menyumbangkan suara2 merdunya.
Nggak ketinggalan lagu KE PICE juga di nyanyiin rame2.....
Ini lagu kita dapet dari acara perpisahan syutingnya film Laskar Pelangi, waktu di denger lagunya enak, n kita berusaha ngapalinnya dgn diajarin sama Mas Agus yg orang Belitong. Ini syair lagunya:-

Ke Pice, ke Pice
Ade Jeramba Gede
Ae Gemuroh, ae gemuroh
Be bue, bue

Musim ujan, banyak ikan kecik
terkenal namanya Cempeti
Bukan Linggam, bukan juga Keli
Makan sepinggan nam Mumbu agi

PS:
- Mas Agus (Levi Tour) klo baca blog ini, ada kata2 yg salah di benerin ya ^_^
- Mba Evi, klo "video klip" nya lagu ini dah di muat di Youtube, bagi dong ;p

Disini masing2 dari kita juga menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara (PT. Bentang Pustaka) yg dalam hal ini diwakili oleh Mas Salman dan mas Rizal. Klo nggak dari mereka, belum tau kapan kita bisa menginjakkan kaki di Belitong. Pak Yanto dari Lor In, yang sudah memberika service yang baik banget selama kita menginap disini. Mas Agus dari Levi Tour yang sudah berbagi banyak cerita, baik asli maupun karanggannya sendiri ;p.

Sudah curhat2an, terakhir kita nyanyi lagu KEMESRAAN..........

Kamis, 10 Juli 2008

Perjalanan ke Bumi Laskar Pelangi (Part 6)

Dari Pulau Burung, kita lanjut lagi menjelajahi Pulau Lengkuas.

Ada cerita dari Mas Agus (Tour Guide), dia pernah bawa rombongan turis dari Perancis. Salah satu bule ada yang nanya, "ada ini nggak,....ada itu nggak....." di jawab sama Mas Agus, "di pulau ini ada semua". Jadi kata si Bule, "Klo begitu namanya bukan Pulau Lengkuas dong, tapi PULAU LEUNGKAP" (English Mode On)





Di Pulau ini terdapat mercusuar yang dibangun Belanda pada tahun 1882 dengan ketinggian +/- 60 M (18 Lantai) yang masih beroperasi sampai sekarang.


Terdapat tulisan berbahasa Belanda di Mercusuar ini, yang menandakan bahwa bangunan ini entah dibuat atau diresmikan pada tahun 1882.





Rasanya rugi klo sudah sampe ke pulau ini tapi tidak mencoba menaiki ke 18 lantai Mercusuar ini. Kita pun mencoba kekuatan kaki kita untuk sampai ke puncak mercusuar ini.

Nggak sia-sia........
Pemandangan yang bisa dilihat dari puncak mercusuar ini Subhanallah bagusnya.......



Turun dari Mercusuar, aku sama Mba Elly pengen Snorkling (sebenernya ini pertama kalinya aku mo nyobain snorkling, sebelumnya boro2 snorkling, berenang aja aja aku nggak bisa ;p).

Berhubung yang dilihat laut melulu dari pagi, keinginan berenang2 di pantai pun timbul. Mba Elly ngajarin gimana caranya snorkling, mulai dari make alatnya, sampe cara bernafas dari mulut, tapi emang aku nya ndablek tetep nggak bisa juga ;p. Ya sudahlah, udah kepalang basah akhirnya aku ngapung2 di air n Mba Elly ber snorkling ria.

Disekitar Pulang Lengkuas ini ada pulau kecil lainnya (seperti pada foto diatas), aku liat Mas Agus, Mas Salman, Ibu Kristin n Mba Evie sedang mencoba menuju ke pulau itu. Aku sama Mba Elly jadi pengen nyusul juga, akhirnya kita jalan di belakang mereka. Tidak semudah yg aku bayangkan, angin kencang, air lumayan bergelombang dan banyaknya karang2 tajam membuat perjalanan kita agak2 terhambat. Mo kembali ke belakang sudah jauh, akhirnya kita teruskan perjalanannya.

Sampai sudah di pulau seberang, nggak sia-sia, pulaunya juga indah banget. Nah disini kita juga menemukan sesuatu yg menarik. Tadinya ada yang nanya ke Mas Agus, gimana caranya kerang2 itu bisa nempel di batu2. Nah Mas Agus bilang, klo itu namanya TERITIP, dia hidup dan itu bisa juga dimakan.

Penasaran karena dibilang bisa dimakan, Mba Elly yg nyoba makan pertama kali, dgn excited nya dia bilang "Ih enak lho...."
Begitu mendengar enak, aku juga ngikut nyoba, ternyata beneran enak lho.....
Yang lain juga pada ikut nyoba, kita serasa sedang syuting EXTREME KULINER ^_^ (acara di Global TV) dan kata Mas Agus, acara itu memang pernah nyobain Teritip juga. Nggak puas hanya dengan mengandalkan satu batu sebagai alat pemecah cangkang Teritip secara bergantian, akhirnya kita megang sendiri2 batu supaya lebih "puas" lagi berburu Teritip nya.
Aku sama Mba Ely yg memang belum makan siang, seperti mencari pelampiasan sendiri ;p

Sepertinya air semakin pasang, kita pun memutuskan kembali lagi ke pulau lengkuas. Disana teman-teman yg lain sudah menunggu untuk kembali ke boat, kembali lagi ke Tj. Tinggi.

Di sepanjang perairan, banyak sekali pulau2 kecil dan batu2 granit bertebaran, ini beberapa foto yg sempat aku ambil dr atas boat:-





Ada cerita juga niy, bisa di bilang lucu buat kita2 tapi nggak buat Mba Elly.
Tiba-tiba aja di tangannya n badannya keluar bentol-bentol merah seperti Biduran.
Kita langsung nanya, apa mba Elly punya riwayat alergi n dia bilang siy enggak.
Setelah dipikir2, jangan2 mba Elly kena alergi gara2 terlalu semangat makan Teritip tadi ;p
Untungnya Ibu Kristin punya persiapan Insidal di hotel, jadi nggak perlu khawatir, nanti alergi nya Mba Elly bisa diobatin ^_^

See you in the next post..............

Rabu, 09 Juli 2008

Perjalanan ke Bumi Laskar Pelangi (Part 5)

Hari Kedua di Belitong.......

Habis sholat subuh, aku langsung menuju ke Pantai yang tepat berada langsung di depan Lor In tempat kita menginap.



Subhanallah........
Pantainya bagus banget, nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata. You can see it from these below pictures (with a beutiful young lady in it ^_^)







Puas menikmati keindahan pantai aku kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap sarapan. Karena kita di tunggu di restaurant jam 7 untuk sarapan sama-sama.

Selesai sarapan sekitar jam 8 pagi, kita bersiap-siap untuk naik ke boat untuk menuju ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Tj. Tinggi, Tj. Kelayang dan Tj. Binga.




Sebelum naik ke boat, boleh lah kita pose dulu........





Pulau pertama yang kita tuju adalah Pulau Batu Berlayar.

Di sebut pulau batu berlayar karena di pulau ini hanya terdapat batu2an besar yang siluet nya terlihat seperti layar.
Pulaunya indah banget.......
Ini beberapa foto yang aku ambil (tetep with my narsis style ;p)





Dari Pulau Batu Berlayar, kita menuju ke Pulau Burung. Kenapa di sebut Pulau Burung, karena ada susunan beberapa batu besar yang menyerupai burung. Ini fotonya:-




Di pulau ini terdapat beberapa bangunan, yang dulu katanya di pergunakan sebagai tempat singgahnya nelayan2. bangunan2 tersebut merupakan bangunan warung2 yang dilengkapi dengan berbagai macam hiburan. Karena banyak bapak2 nelayan yang klo sudah mampir ke pulau ini jadi betah, maka ibu2 nya demo menuntut agar tempat2 hiburan tersebut di tutup.

Disini kita juga sempat menikmati kelapa muda yang dipetik langsung dr pohon2 yang ada di pulau ini. Seger banget..........

Perjalanan ke Bumi Laskar Pelangi (Part 4)



Napak Tilas

Masih di Manggar, pertama kita diajak melihat tempat syuting toko sinar harapan dimana Ikal menemukan cinta pertama nya ( A Ling ).



Ini bukan toko sinar Harapan yang sebenarnya, toko ini hanya dipakai pada saat syuting pembuatan film Laskar Pelangi, tapi ini sudah cukup memberikan gambaran ttg bentuk dari toko tsb. Tadinya pembuat film ingin menggunakan toko aslinya, tapi katanya yang punya toko tidak berkenan. Maka dipakailah toko seperti yang ada di foto saat ini.



Setelah itu kita diajak ke Desa Gantong, desa dimana tempat bermukimnya para anggota Laskar Pelangi. Di tengah perjalanan kita juga di ajak untuk melihat replika SD Muhammadiyah Gantong yang dipakai untuk keperluan syuting. Katanya replika bangunan ini persis sekali dengan keadaan SD Muhammadiyah pada saat anggota Laskar Pelangi bersekolah, sampai-sampai Ibu Muslimah pun tidak ingin masuk, karena akan teringat lagi masa-masa yang memprihatinkan pada saat itu. Ini beberapa foto replika yang sempat diambil untuk memberikan gambaran ttg SD Muhammadiyah Gantong :-




Begitu melihat replika ini, ada rasa malu pada diri sendiri. Malu kenapa tidak mempunyai semangat yang besar dalam menuntut ilmu seperti yang ditunjukkan oleh anggota Laskar Pelangi. Padahal untuk mendapatkan pelajaran dan datang ke sekolah tidak harus bersusah payah seperti Lintang yang harus menempuh jarak 80 km setiap hari demi untuk memuaskan dahaga nya akan ilmu pengetahuan.

Anak-anak LP yang serba kekurangan, tetap mempunyai semangat yang besar untuk sekolah dan menimba ilmu sebanyak2nya dari sang Ibu Guru yang hebat.



Tujuan selanjutnya adalah melihat rumah Ikal (Andrea Hirata), berikut ini foto rumah lama dan rumah baru nya:-



Secara fisik kedua bangunan diatas terlihat tidak jauh berbeda, perbedaan yang mencolok adalah bahan dari kedua bangunan tersebut. Rumah lama (foto sebelah kiri) terbuat dari kayu, sedangkan rumah yang baru sudah berdinding beton.

Walaupun Andrea sudah menjadi seorang penulis terkenal yang telah mengantongi Royalti dalam jumlah yang tidak sedikit, tapi kehidupannya tetap sederhana dan bersahaja. Itu bisa terlihat dari rumah orang tuanya yang ada di desa Gantong.

Di sini kita juga berkesempatan untuk melihat kompleks PN Timah. Keadaannya sudah tidak terawat lagi, beberapa bagian tembok yang mengelilingi kompleks tersebut juga sudah runtuh. beberapa rumah Gedong juga sudah tidak terawat. Menurut cerita, pada masa kejayaan PN Timah satu kompleks itu menyerupai sebuah kota. Mereka mempunyai sekolah sendiri, Wisma Ria tempat penyelenggaraan berbagai acara atau kadangkala dijadikan bioskop.








Ini lah sisa-sisa kejayaan PN Timah yang masih bisa kita lihat sampai sekarang.

Setelah puas menapaki Jejak-jejak Laskar Pelangi, kita langsung menuju ke Villa Lor In yang terletak di Tanjung Tinggi. Kita sampai di sana kira jam 6.00 sore dan langsung masuk ke kamar masing-masing untuk bersih2 dan siap-siap makan malam.

Setelah selesai bersih2 kita langsung menuju ke restaurant untuk dinner bersama.
Begitu tiba di Lobby, Mas Salman ngasih tau kalo kita sedang berhadapan dengan Ibu Muslimah, Subhanallah......
Orang yang selama ini aku kenal hanya dari Novel Laskar Pelangi, sekarang berdiri langsung di hadapanku. Si Ibu masih terlihat sehat dan awet muda, bersahaja sekali dan terlihat sangat rendah hati. Pantaslah jika murid2nya begitu menyayangi dan menghormati beliau, aura itu pun dapat aku rasakan.

Selai Ibu Muslimah, kita juga sempat berkenalan dengan Akiong beserta istri dan anaknya. Juga dapat melihat langsung acara perpisahan Syuting Film Laskar Pelangi yang di hadiri Mira Lesmana (Produser), Riri Riza (Sutradara), Lukman Sardi (yg katanya akan berperan sebagai Ikal dewasa) dan semua pemeran anggota Laskar pelangi di masa anak-anak, yang merupakan anak-anak asli Belitong.

Ini berarti Film Laskar Pelangi sudah menyelesaikan proses syutingnya yang memakan waktu +/- 40 hari dan sekarang sedang dalam proses editing. Di perkirakan premiere film LP akan dilaksanakan pada akhir September di Jakarta. Yang menjadi kendala sekarang adalah, bagaimana caranya agar film ini dapat di nikmati juga oleh masyarakat Belitong. Karena di wilayah ini tidak ada satupun bioskop yang beroperasi.

Ya semoga akan ada jalan keluar yang baik dari pihak pemerintah, agar film Laskar Pelagi ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat pulau Belitong.


Perjalanan kami di negeri Laskar Pelangi ini masih terus berlanjut.


See you to the next post.............

Maliq & D Essentials

Maliq & D'Essentials ~ Pilihanku

Get more songs & code at www.stafaband.info