Welcome to My World

Terima kasih buat kawan - kawan sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi Blog ku.
Semoga ada sisi baik nya yang bisa diambil dari sini.

Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2009

Virtual Doctor Indonesia

Beberapa minggu yang lalu di acara Pagi Jakarta O Channel, menghadirkan 2 orang anak muda yang siswa salah satu SMU Swasta di Depok. Mereka adalah Dirgantara Reksa Ginanjar dan Muhammad Ironnanda Kurnia.
Apa keistimewaan dari kedua anak ini sehingga mereka patut dihadirkan di acara tersebut?
Mereka adalah peraih medali emas sebagai team penemu program komputer VIRTUAL DOCTOR dalam Olimpiade Internasional Project Komputer di Turkmenistan 15 November 2008 yang lalu.

"Software ini kita kirim ke ajang International Computer Project Olympiad (ICPO) di Ashgabat, Turkmenistan dan menang," kata Dirgantara.
Program ini menurut Dirgantara dapat mendeteksi penyakit dalam tubuh manusia dengan cara memasukan data kondisi badan saat mengalami suatu gejala sakit. Penyakit itu antara lain demam berdarah, influenza, typhus, diare dan rabies. "Kita mendisain suatu program yang bisa mendeteksi penyakit dalam tubuh. Cara kerjanya dengan mendeteksi gejala-gejala dalam tubuh kita," katanya.

Dalam proses penyimpulan penyakit akan dilengkapi dengan peta atau lokasi rumah sakit yang bisa dituju serta obat yang kita makan untuk menyembuhkan penyakit itu. Ia menjelaskan programnya dibuat karena banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke dokter atau dengan alasan berobat ke dokter mahal dan memakan waktu. Masyarakat yang punya software ini bisa memeriksa kesehatan tanpa harus ke dokter. Selain itu juga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya saat orang mengalami panas tinggi kemudian meminum obat aspirin, tapi ternyata mengalami demam berdarah, ini akhirnya menyebabkan orang itu tidak bisa ditolong jiwanya. "Kejadian ini sudah sering terjadi di negara kita. Itu kenapa kita membuat program itu," ungkapnya.

Dirgantara menambahkan inti dari program ini adalah inovasi, edukasi atau pendidikan bagi masyarakat dan teknologi melalui komputer. "Kita membuat program ini bukan bermaksud untuk mengantikan peran dokter, tapi untuk membantu dokter dalam melayani pasien", katanya.
Dokter biasanya dalam 10 menit hanya bisa melayani dua pasien, tapi dengan program ini dokter bisa melayani sampai empat atau lima pasien. "Jadi software ini bisa meminimalisir antrean panjang pasien," tuturnya.

Sementara itu, Ironnanda menambahkan program ini masih prototype sehingga akan dikembangkan lebih lanjut agar keakuratannya mencapai 100%. "Program ini isinya adalah pikiran dokter dan ilmu medis dari beberapa literatur aktual. Membutuhkan waktu sekitar enam bulan lebih untuk melakukan penelitian, wawancara beberapa dokter dan studi lapangan di rumah sakit-rumah sakit," imbuhnya. Ia tidak menyangka program ini dapat medali emas, karena tantangan berat dengan penilaian juri yang sangat ketat di antara 92 project lainnya dan diikuti 17 negara Asia, Amerika dan Eropa.

"Project ini sangat didukung oleh pihak sekolah, baik itu dana maupun prasarana seperti beberapa unit komputer dan perlengkapan lainnya. Dan diharapkan dalam waktu 10 tahun kedepan project ini dapat dikembangkan untuk dapat mendeteksi penyakit-penyakit lain," ujarnya.

Dua siswa yang gemar komputer di sekolahnya ini berharap upaya menolong masyarakat dengan menciptakan program virtual doctor dapat menjadi modal membantu meningkatkan derajat kesehatan bangsa.

Sumber: http://mediaindonesia.com

Melihat prestasi diatas, saya sempat bertanya ke beberapa teman, apakah mereka pernah mendengar Virtual Doctor dan tau siapa penemunya. Rata2 mereka menjawab tidak tahu.
Ternyata prestasi membanggakan seperti ini, gaungnya tidak seberapa dibanding dengan kisah2 para artis yang setiap menit selalu di besar2kan baik oleh media cetak maupun televisi.
Belum lagi jika dibandingkan dengan berita tentang Ponari, yang menurutku hanya sugesti cepat sekali tersebar.
Sedangkan ini, peristiwa yang mengharumkan nama bangsa dan negara dianggap tidak fenomenal.

Selasa, 25 November 2008

Yang Muda Yang Menginspirasi (Anies Baswedan)

Rektor Universitas Paramadina ini merupakan salah satu dari 100 tokoh intelektual versi Majalah Foreign Policy.

Dari acara pagi Jakarta yang di tayangkan di O Channel baru-baru ini, dengan menghadirkan sosok Anies Baswedan sebagai bintang tamu, banyak hal hal positif yang bisa diambil dari Rektor Termuda di Indonesia ini. Dari perbincangan ini juga diketahui bahwa beliau menggagas satu mata kuliah baru dengan judul Anti Korupsi. Mata Kuliah ini wajib diambil oleh setiap mahasiswa Paramadina dan visi dari mata kuliah ini adalah untuk menghilangkan supply koruptor di masa depan. Andaikan setiap universitas atau sekolah tinggi yang ada di Indonesia dapat menerapkan hal yang sama, bukan tidak mungkin, negara kita akan terbebas dari praktek korupsi di beberapa tahun kedepan.

Juga di Universitas Paramadina setiap mahasiswa akan mendapatkan 2 track penilaian:
1. Transkrip Nilai dari semua mata kuliah yang telah diambil
2. Transkrip Nilai dari training2 Soft Skill
Ini dibuat untuk menopang kepercayaan diri mahasiswa dalam menyongsong masa depan mereka selepas bangku kuliah. Dari sini mahasiswa diarahkan tidak untuk membuat CV, tetapi untuk membuat bisnis atau project proposal. Dengan kata lain setelah lulus dari bangku kuliah, mahasiswa tidak hanya berfikir untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan, tetapi memikirkan bagaimana caranya membuka suatu lapangan pekerjaan dan tentunya ini akan membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang terus bertambah setiap tahunnya.


Beliau juga berpendapat anak2 muda di Indonesia ini cenderung berpikiran pesimis, oleh karena itu kenapa kita selalu tertinggal dari negara2 tetangga. Hal ini dikarenakan lingkungan yg telah terbentuk sedemikian rupa sehingga bila kita Kritis terhadap sesuatu hal, kita akan dibilang Pesimis. Di sisi lain jika kita bersikap optimis maka kita akan di bilang mendukung pemerintah.


Jadi mulai saat ini marilah kita ubah cara berfikir kita. Misal kita di bilang tertinggal dalam hal pendidikan dari negara tetangga Malaysia atau Singapore, maka kita jangan berfikir ketertinggalannya, mari kita berfikir dengan cara lain. Sebagai contoh, 10% mahasiswa dalam satu kelas lulus dengan predikat Cum Laude, maka jika digabungkan seluruh mahasiswa di Indonesia yang Cum Laude tadi jumlahnya akan lebih banyak dibanding dengan jumlah seluruh Mahasiswa yang ada di malaysia atau di Singapore. Dari sini kita terlihat lebih maju bukan????


Beliau berpendapat, untuk membentuk sifat optimis pada anak-anak dimulai dari lingkungan rumah, orang tua adalah guru utama. Maka untuk menjadi orang yang optimis, lakukanlah dengan cara selalu berbicara yang optimis dan sifat optimis ini bisa menular. Anak-anak muda Indonesia saat ini sudah siap untuk optimis. Sebagai contoh, Laskar Pelangi yang menulis novel dan membuat filmnya adalah anak2 muda, dan dari sini banyak orang yang terinspirasi untuk bersikap lebih optimis dalam menghadapi hidup.


Mulai sekarang mari kita memulai hari dengan perasaan optimis, maka Insya Allah kita akan mendapatkan hasil positif dari apa yang telah kita kerjakan di sepanjang harinya.

Senin, 16 Juni 2008

Wajah Lain dari Anggota DPR (Mutammimul Ula)

Artikel ini aku ambil dari Milist Universitas Sriwijaya dan aku pikir ini bisa jadi panutan buat kita semua.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sudah sedemikian sering kita mendengar hal negatif dari anggota DPR, mulai dari korupsi sampai adegan mesum. Wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh bagi rakyat, yang terjadi, jangankan menjadi teladan yang ada justru rakyat seringkali dibuat sakit hati dengan perbuatan para wakil rakyat. Namun sosok Mutammimul Ula seolah seperti oase dipadang pasir, anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera sosoknya dapat dijadikan sebagai teladan dalam membangun keluarga kita. Mutammimul Ula mampu mengatur dan membina keluarganya dengan baik, kalau dikeluarganya berhasil tentu saja bisa menjadi tolak ukur komitmennya untuk membangun dan membela rakyat. Pertanyaannya sederhananya, jika keluarganya saja tidak terurus bagaimana mungkin bisa mengurus rakyat? Mutammimul Ula di karunia 11 orang anak yang semuanya mengukir prestasi menjadi penghafal Al Qur’an di usia muda, mereka adalah :

1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB
Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB

2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA
Hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3

3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo
Hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6

4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28
Hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4

5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah
Hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6

6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi
Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum

7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya

8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz

9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz

10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz

11. Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

Tentu saja ini adalah prestasi yang perlu kita jadikan teladan, bahkan bagi para Da’I sekalipun keberhasilan Mutammimul Ula perlu dicontoh. Dengan berbagai macam kesibukan baik sebagai seorang wakil rakyat dan Da’I Mutammimul Ula mampu membagi waktunya dengan baik untuk mendampingi perkembangan anak-anaknya.Tentu saja kita ingin tahu hal apa saja yang sudah dilakukan oleh Mutammimul Ula. Kebaikan itu tercermin kuat dari Visi Mutammimul Ula terhadap keluarganya, beliau berkata kepada istrinya; “Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita”!

Dari dialog tersebut kita bisa melihat kekuatan visi Mutammimul Ula, dari visi inilah kemudian beliau melakukan kebaikan-kebaikan : Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun dan Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhiratn Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding Ibu.

Ayah idaman dalam Al Quran = Lukman. Suami yang membangun visi dan istri yangn mengisi kerangka itu.

* Imam Syafi I ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.

* Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun Ihtimamn atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya.

1. Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll
2. File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
3. Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku. Ada 4OOO buku di rumah.

Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran.

1. Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren.
2. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi.
3. Setiap hari diperdengarkan murottal.
4. Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali:
* 7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi
* 7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawananperang dalam kedisiplinan Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin
* 7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat.

Pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting. Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun.

Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul.

Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami Bakda maghrib dan Bakda subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qurn an.
“Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari”.
Anak pertama dan kedua sejakn usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh Di Komplek perumahan DPR RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.

Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar.

Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakann bagian pikiranmu Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami. Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusanSedemikian banyak hal yang kita dapatkan dari keluarga Mutammimul Ula, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda dan keluarga.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Subhanallah........

Mudah-mudahan kita semua dapat meniru apa yang telah di lakukan oleh keluarga Bpk. Mutammimul Ula. Amin ya rabbal alamin.....

Jumat, 13 Juni 2008

Generasi Muda Pengharum Nama Bangsa

13.06.2008

YANG MUDA YANG MENDUNIA

Itulah tema yang diangkat pada acara Kick Andy di Metro TV semalam.
Disana ditampilkan beberapa anak yang berprestasi di beberapa bidang. Ada peraih Medali Emas pada Olimpiade Fisika Dunia, ada peraih medali Perunggu Olimpiade Matematika Dunia, peraih medali perak pada olimpiade proyek lingkungan sampai Grand Master Catur Nasional.

Sepanjang menonton acara tersebut tak henti hanti nya aku mengucap Subhanallah. Di tengah gonjang ganjing masalah pendidikan yang sistemnya selalu berubah, ada beberapa anak yang terus maju mengharumkan nama Bangsa di tingkat Internasional.

Tetapi sepanjang apa yang aku amati, nama anak-anak tersebut tidak terlalu di kenal oleh masyarakat kita. Orang-orang lebih mengenal nama-nama pemenang Indonesian Idol, AFI, Mamamia, KDI dan banyak lagi acara-acara serupa yang sangat menyedot perhatian masyarakat pada saat ini.

Coba kita tanya ke anak-anak sekolah sekarang, apakah mereka mengenal:

1. Adrienne T Sulistyo dan Vici R Tedja, peraih medali perak Olimpiade Proyek Lingkungan di Azerbaijan pada 1-6 April 2008 lalu.

2. Terrenz Kelly Tjong dan Lynn Kaat Kurniawan, sebagai pasangan ilmuwan muda di ajang The 15th International Conference of Young Scientists, di Chernivtsi, Ukraina, 18-23 April 2008 lalu.

3. Kevin Winata, Thomas A Nugraha Budi dan Tyas Kokasih, peraih medali emas, perak dan perunggu pada ajang Olimpiade Fisika Internasional di Mongolia pada 20-28 April lalu.

4. Nanang, finalis olimpiade matematika di Yunani pada 2004 dan peraih perunggu di olimpiade matematika Bulgaria tahun 2005.

5. Zefrizal Nanda Mardani, peraih penghargaan tertinggi Olimpiade Astronomi Internasional di Ukraina pada Oktober 2007 lalu.

6. Farid Firmansyah dan Masruri Rahmat, juara 1 kelompok usia 15 tahun dan juara 3 kelompok usia 11 tahun di Kejuaraan Dunia Catur Pelajar ke-3 di Yunani pada 28 April-5 Mei 2007.

Aku yakin, tidak banyak yang mengenal mereka. Padahal, inilah Idol sesungguhnya menurutku. Meraka adalah anak-anak yang berprestasi, yang membawa harum nama bangsa.

Dan juga yang membuatku prihatin, sepertinya dari pihak pemerintah tidak terlalu memperhatikan masa depan anak-anak tersebut. Aku tidak melihat adanya pesta penyambutan meriah terhadap jagoan-jagoan di bidang science pada saat mereka pulang dari kejuaraan-kejuaraan dunia tersebut. Seperti layaknya penyambutan terhadap olahragawan atau artis-artis yg pulang dari berbagai perlombaan. Kenapa pemerintah tidak bisa memperlakukan hal yang sama terhadap anak-anak Jenius tersebut.

Bisa dibayangkan jika anak-anak ini yang kelak nantinya duduk di kursi pemerintahan, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi seperti Jepang, Jerman, Cina yang maju di bidang IPTEK. Menurutku anak-anak ini seharusnya di fasilitasi untuk dapat terus berkembang, menerapkan ilmu-ilmu yang mereka dapat untuk kemajuan umat, bukannya sebagai fasilitas bagi beberapa orang atau kelompok tertentu.

Aku berharap mudah-mudahan akan ada perubahan pola pikir bagi kita untuk lebih mengidolakan anak-anak yang berprestasi seperti ini dan juga mendorong anak-anak muda di sekitar kita untuk mengikuti jejak mereka.

Maliq & D Essentials

Maliq & D'Essentials ~ Pilihanku

Get more songs & code at www.stafaband.info