Welcome to My World

Terima kasih buat kawan - kawan sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi Blog ku.
Semoga ada sisi baik nya yang bisa diambil dari sini.

Minggu, 05 April 2009

Micro Teaching......

Tanggal sebelas Maret yang lalu, aku mendapat telpon dari salah satu SD IT yang ada di Palembang untuk Micro Teaching pada tanggal 13 Maret. Sebelumnya memang aku pernah mengirimkan lamaran kesana untuk posisi guru matematika. Tujuan aku memasukkan lamaran kesana, pertama ada keinginan untuk kembali ke Palembang dan kedua ingin kembali ke profesi awal sebagai seorang guru.

Dilatarbelakangi dua tujuan tersebut, tanpa berfikir panjang aku pun langsung memesan tiket PP untuk ke Palembang. Alhamdulillah aku diberi kemudahan mendapatkan tiket dengan harga murah. Maka pada tanggal 12 malam, selepas jam kantor akupun langsung menuju bandara untuk mengambil penerbangan terakhir ke Palembang. Seyogyanya pesawat tersebut berangkat pada pukul 20.10, tetapi krn ada sesuatu dan lain hal, maka pesawat baru take off pukul 9.00.

Setelah mengalami pendaratan yg cukup menegangkan (ceritanya ada disini ) akhirnya aku dapat menjejakkan kakiku kembali di tanah kelahiran ku sekitar pukul 22.30. Bambang, adik bungsu ku sudah menanti sejak satu jam yang lalu. Saat itu, malam sudah tergolong larut untuk ukuran Palembang, Bambang memacu motornya dengan santai, sambil sesekali bercerita tentang segala hal. Setengah jam kemudian, kita tiba dirumah, Ibuku dan adik perempuanku Pipit langsung terjaga begitu mendengar suara motor Bambang. Bukannya langsung istirahat untuk mempersiapkan Micro Teaching besok, aku malah bercerita ttg perjalanan ku ke Banjarmasin beberapa hari yang lalu. Setelah puas bercerita sekitar pukul 2 pagi kita pun masuk ke kamar masing2 dan tidur......

Janji ketemu dengan pihak sekolah jam 7.00, tetapi aku baru tiba disana pukul 7.30. Begitu mau memasuki gerbang sekolah, aku langsung dihadang oleh satpam disana dan menanyai apa keperluan ku dan ingin bertemu dengan siapa. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan kedatanganku, akhirnya aku dipersilahkan memasuki gedung sekolah tersebut. Bagitu masuk ke pintu utama, aku langsung ditegur oleh salah seorang guru "put off your shoes please". Aku baru mengetahui, ternyata di area sekolah tersebut dilarang menggunakan alas kaki.

Setelah berbasa basi sebentar, memperkenalkan diri, dijelaskan beberapa peraturan dan ketentuan yang berlaku disekolah tersebut, aku pun ditanya kembali, apakah tetap ingin melanjutkan Micro Teaching pada hari itu. Sebetulnya, setelah diberitahukan peraturan dan ketentuan tersebut, aku sudah tidak berminat untuk mengajar di sekolah ini, tetapi karena didera rasa rindu yang menggebu untuk merasakan suasana kelas dan tentunya aku tidak mau rugi karena telah habis banyak biaya untuk menghadiri test ini, maka aku pun mengiyakan untuk melaksanakan Micro Teaching pada hari itu.

Sekitar pukul 7.45, aku diberikan materi Perkalian pada bilangan pecahan yang akan diajarkan di kelas 5 selama satu jam pelajaran (35 menit) sebagai bahan penilaian terhadap cara mengajarku nantinya. 5 tahun sudah aku sudah menanggalkan profesiku sebagai guru matematika, ada rasa nervous dan excited pada saat itu. Begitu membuka pintu kelas, melihat tatapan ingin tahu dari para siswa, inilah yang menjadi kekuatan ku untuk terus melanjutkan Micro Teaching pada hari itu.

"Assalammu'alaikum" sapa ku kepada para siswa, dengan antusias yang bercampur dengan keheranan mereka menjawab salamku "Wa'alaikumsalam". Mungkin di benak mereka mempertanyakan, siapa guru yang baru saja menyapa mereka dan mengapa guru mereka yang sebenarnya mengambil tempat di belakang, duduk bersama mereka. Menjawab keheranan mereka, akupun memperkenalkan diriku.

Sambil mengingat2 apa saja yg harus aku lakukan dalam mengajar, introductory aku ambil sekitar 5 ~ 7 menit, menyapa siswa, menanyakan kabar mereka dan menanyakan materi terakhir yang sudah diberikan. Setelah itu, memasuki paruh kedua pelajaran, aku mengajak siswa untuk mengingat2 materi sebelumnya, dimulai dari apa itu bilangan pecahan dan apa saja operasi bilangan itu sendiri. Setelah di refresh, barulah aku mengajak para siswa untuk bersama sama merumuskan apa saja yang harus dilakukan dalam memecahkan satu kasus dengan menggunakan perkalian pada bilangan pecahan. Tanpa terasa aku diingatkan bahwa waktu sudah hampir habis, maka mau tidak mau aku harus memperikan summary pada materi yg baru saja dibahas.

Hahh....... merasakan suasana kelas, melihat siswa yg antusias menyimak, bertanya, tidak memperhatikan, membuat kegaduhan, cukup mengobati rasa kangen ku pada saat itu. Tetapi karena apa yg akan didapat dan tuntutan yg harus dikerjakan tidak sesuai dengan apa yg aku bayangkan jika aku diterima disana, maka dalam hati aku memutuskan tidak akan melanjutkan proses penyeleksian ini.

Agak mengherankan memang, salah satu institusi pendidikan yang menamai dirinya Islam Terpadu, memberikan punishment terdahap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, semuanya diukur dengan materi. Tuntutan yg mereka berikan terhadap guru, tidak sesuai dengan apa yg mereka berikan terhadapnya. Biaya pendidikan yang tinggi yang dibebankan terhadap siswa ternyata berbanding terbalik dengan apa yang didapat para pengajar disana. Salah seorang temanku yg telah lebih dulu mengetahui kondisi di sekolah ini mengatakan "mereka menganggap siswa dan orang tua itu adalah client yg harus mereka puaskan dalam institusi pendidikan ini".

Jadi, dengan kasus ini aku sempat berfikir, apa yang terjadi dengan pendidikan di Indonesia saat ini. Apakah tujuan dan hakikat dari pendidikan telah bergeser, dari mendidik dan mencerdaskan siswa ke memuaskan orangtua siswa dengan pendidikan yang mahal ?

Jumat, 03 April 2009

Pernak Pernik Bebatuan dari Martapura, Kalimantan Selatan

Minggu kedua di bulan Maret yang lalu aku berkesempatan untuk menginjakkan kakiku di Bumi Kalimantan Selatan untuk kedua kalinya. Sebenarnya perjalanan kali ini tidak direncanakan jauh-jauh hari. Bermula, ketika ada salah seorang pembaca blogku menyatakan ketertarikannya akan pernak pernik yg terbuat dari bebatuan yg berasal dari tanah dayak ini dan beberapa teman, kerabat ada juga yang tertarik akan hal ini. Maka, tanpa banyak pertimbangan, akupun memutuskan untuk pergi kesana dan hunting beberapa perhiasan dan pernak pernik yang sekiranya dapat menarik perhatian.

Begitu mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Ayuk Mely, sepupu ku sudah berada disana untuk menjemput kedatanganku. Tanpa membuang banyak waktu dari bandara kita langsung menuju Kota Martapura, pusat pernak pernik bebatuan ini berada. Inilah hasil hunting selama berkelana di pusat perdagangan batu permata dan cinderamata, CAHAYA BUMI SELAMAT, MARTAPURA.


Ini Gelang dari Batu giok yang di rangkai dengan perak. Ada beberapa macam pilihan warna, Hijau (seperti pada gambar), merah dan biru.
Harga: Rp. 70,000





Gelang bermagnet untuk wanita yang dihiasi dengan batu Mata Kucing. Magnet yg terdapat disini berfungsi untuk melancarkan peredaran pembuluh darah (menurut penjual disana). Tentang khasit2 ini, aku juga akan mencoba menggali informasi yg lebih akurat lagi.
Harga: Rp. 100,000




Gelang bermagnet yang diperuntukkan bagi laki-laki.
Harga: Rp. 150,000










Gelang batu akik yang dirangkai dengan perak. Terdapat banyak pilihan warna.

Harga: Rp. 70,000





Dinamakan Gelang Tinju, karena terdapat dua tonjolan seperti sarung tinju pada ujung2 gelang yang diperindah dengan permata2 putih.

Harga yg Tipis: Rp. 50,000

Harga yg Tebal: Rp. 85,000


Terbuat dari kristal warna warni yang dirangkai dengan perak.

Harga: Rp. 75,000









Serupa dengan gelang kristal diatas, yang membedakan adalah kristal yang dirangkai berbentuk bulat.

Harga: Rp. 75,000












Bros dengan kristal besar di tengah, yang warna kristal nya dapat berubah-ubah jika di lihat dari sisi yang berbeda.
Harga: Rp. 50,000








Satu set perhiasan dari kristal korea yang dirangkai dengan lapisan perak. Terdiri atas sepasang anting, cincin, kalung + liontin.

Harga: Rp. 115,000






Terbuat dari kristal yang dirangkai dengan lapisan perak. Di sekeliling kristal utama, terdapat permata2 putih mengkilap yang dapat menambahkan kesan mewah pada perhiasan ini. Terdiri atas sepasang anting, cincin, kalung + liontin.

Harga: Rp. 125,000





Hiasan berupa pepohonan yg terbuat dari batu-batuan sintetis yang dirangkai dengan kawat.

Harga: Rp. 150,000








Serupa dengan hiasan ditas, tetapi yg ini berukuran lebih kecil. Terdapat beragam varian warna bebatuan.
Harga: Rp. 85,000









Perhiasan yg terbuat dari Mutiara tiruan yang dirangkai dengan lapisan perak. Terdiri atas sepasang anting, cincin, gelang, kalung+liontin.

Harga: Rp. 75,000










Kalung panjang dengan Liontin Kristal besar.
Harga: Rp. 55,000







Terbuat dari kristal warna warni yang dirangkai dengan material yang bersepuh emas. Tardiri atas sepasang anting, cincin, gelang, kalung + liontin.
Harga: Rp. 300,000




Silahkan menikmati dan jika ada yang berminat bisa menghubungiku via email atau YM.

Selasa, 24 Maret 2009

Pesawat oh Pesawat

Belakangan ini banyak sekali diberitakan tentang kecelakaan pesawat terbang.

Yang baru saja terjadi yaitu kelakaan pesawat cargo di Bandara Narita, Tokyo Jepang pada hari senin kemarin tanggal 23 Maret 2009. Pesawat milik FEDEX ini jatuh dan kemudian terbakar sesaat setelah mendarat. Insiden ini menewaskan dua orang awak pesawat pilot dan co pilot.

Di hari yang sama, Pesawat Sriwijaya Air rute Tanjung Pinang - Jakarta dengan nomor penerbangan SJ 309, mendarat darurat di bandar udara Hang Nadim, Batam, ini di karenakan adanya kerusakan pada mesin nomor 1. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Belum hilang dari ingatan kita tentang pendaratan darurat lainnya yg terjadi pada tanggal 23 February lalu, pesawat Lion Air rute Medan Batam dengan nomor penerbangan JT 972. Setelah berputar-putar di udara selama +/- 1.5 jam untuk menghabiskan bahan bakar agar pendaratan dapat berjalan lancar, ini dilakukan karena roda depan pesawat tidak dapat berfungsi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Juga, pada tanggal 9 Maret 2009, Pesawat Lion Air lainnya dengan nomor penerbangan JT 793 yang berangkat dari Makasar, tergelincir keluar landasan di Bandara Soekarno-Hatta.

Kejadian-kejadian diatas membangkitkan ingatan ku ke bulan Mei tahun lalu, pada saat itu aku akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Banjarmasin lihat disini.
Dua minggu yang lalu, aku pun dibuat berdebar-debar dalam perjalananku dari Jakarta ke Palembang. Tgl 12 Maret yang lalu dengan menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 332, setelah delay selama 1 jam, akhirnya pesawat pun di berangkatkan dari bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Take off, semua baik-baik saja, begitupun selama penerbangan berlangsung, hanya saja ada beberapa guncangan kecil yang dikarenakan cuaca buruk. Setelah +/- 50 menit terbang, kita pun akan segera mendarat di Palembang. Pesawat berguncang sedemikian rupa, dikarenakan cuaca pada saat itu sangat buruk, hujan yang disertai angin kencang dan petir, membuat pesawat tidak stabil. Landasan bandara telah terlihat, tetapi pesawat tak kunjung mendarat, tiba-tiba pesawat dipacu dengan kecepatan tinggi dan pesawat kembali terbang meninggalkan landasan bandara. Terlihat wajah-wajah tegang dari seluruh penumpang dan tak lama kemudian terdengar suara pilot dari kockpit yang memberitahukan bahwa pesawat tidak memungkinkan untuk mendarat, dikarenakan cuaca dan jarak pandang yang sangat buruk.

Akhirnya pesawat pun kembali terbang dan berputar-putar diatas kota palembang selama +/- 30 menit untuk menunggu cuaca membaik. Dirasakan hujan sudah mulai mereda, maka pesawat pun kembali terbang rendah dan mencoba mendarat. Kali ini pesawat dapat mendarat, tetapi dengan hard landing. Begitu menyentuh landasan, pesawat berlari dengan kecepatan tinggi yang membuat badan penumpang terdorong kedepan dan untuk menahannya kedua tangan kita pun harus berpegangan ke kursi yang ada di depan. Sesaat setelah landing belum terdengar suara dari penumpang, kecuali hanya gemuruh mesin pesawat dan setelah pesawat berjalan dengan sempurna diatas landasan, terdengar ucapan Alhamdulillah dan tepuk tangan bergemuruh dari seluruh penumpang.

Ini kali kedua nya aku mengalami hal yang menegangkan dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang dan aku berharap tidak akan ada yang ketiga kalinya. Amin ya rabbal alamin......

Insiden Kejepit Pintu

Hari minggu kemaren, temen LP ku Mba Ely mengundang ke acara potong rambut anak pertamanya. Setelah menunggu +/- 10 tahun lamanya, akhirnya buah hati yang dinanti-nanti kan hadir juga. Seorang bayi perempuan yang cantik di beri nama Malika. Subhanallah.....rejeki masing-masing orang itu memang sudah di tentukan oleh Nya.
Tetapi aku tidak bisa menghadiri acara tersebut, karena ada sepupuku datang dari Banjarmasin dan memintaku untuk menemani dia untuk mencari beberapa pakaian hamil.

Setelah sholat Ashar, kita pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di daerah senayan. Sebelum hunting pakaian hamil, kakakku mencari jam tangan untuk hadiah ulang tahun suaminya. Sudah dapat hadiah yg diinginkan, mencoba menengok ke beberapa toko pakaian anak2, tapi akhirnya tidak membeli satu pun pakaian, karena harga nya yg selangit. Kita pun pindah ke ITC kuningan. Namanya perempuan, kalo sudah melihat barang2 murah dan bagus, nafsu belanja nya tidak bisa ditahan. Seperti kakakku yg satu ini, kalau kita tidak menghentikan aktivitas belanja nya, dia belum akan berhenti. Setelah dapat apa yg dicari, makan malam dulu, tidak langsung pulang, kakakku mengusulkan untuk karokean. Pergilah kita ke Inul Vista yang ada di Pasar Festival. Tidak hanya berdua, berempat kita karokean, aku dengan dua kakak sepupuku dan satu teman dekat kita namanya Santi.
+/- 2 jam kita puas bernyanyi - nyanyi, kira2 jam 9 malem kita memutuskan untuk pulang. Tujuan pertama ke Hotel Mega Cikini, mengantar kakak sepupuku yg dari banjar. Suaminya sudah menunggu disana, karena keesokan harinya mereka akan bertolak kembali ke Banjar.

Nah disinilah insiden kejepit pintu itu terjadi, sebelum masuk ke dalam taxi, aku mempersilahkan Ayuk Mely dan Santi masuk terlebih dahulu. Begitu aku mau masuk, terdengar jeritan Santi meminta Ayuk Yanti membuka pintu depan, tangannya ke jepit. Karena bercampur panik, Ayuk Yanti malah bingung kenapa kita teriak2 nyuruh buka pintu. Setelah aku setengah berteriak tangan Santi Kejepit, barulah dia sadar dan langsung membuka pintu depan taxi. Panik melihat Santi yang kesakitan, kita berencana membawanya ke rumah sakit. Tetapi sopir taxi nya malah menyarankan untuk melumuri tangan Santi yang kejepit dengan minyak rem. Dibantu beberapa sopir taxi yg kebetulan mangkal disana, akhirnya minyak rem diambil dengan sodotan dari taxi yg akan kita naiki. "Agak perih mba awalnya, tapi tahan aja, sebentar juga sembuh" begitu kata bapak2 sopir taxi disana. Benar saja, tidak lama Santi bilang tangannya udah mendingan. Dibalik kejadian ini, aku jadi tau kegunaan lain dari Minyak Rem. Subhanallah ya, ternyata obat untuk mengobati tangan yg kejepit pintu taxi, ternyata ada didalam taxi itu sendiri.

Kamis, 26 Februari 2009

Cihuyyyyyyy Dapet Tiket Premiere Film Kambing Jantan!!!!!!

25.02.2008 kira-kira jam 10 pagi, iseng2 buka blognya Raditya Dika eh ternyata ada pengumuman Pemenang 250 Tiket Premiere Film Kambing Jantan. Ngarep nggak ngareplah sewaktu ngeklik untuk download nama2 daftar pemenang, ternyata keberuntungan masih berpihak padaku, nama ku ada di urutan 71 sodara...sodara.... ;)

Rasanya laamaaaa banget nungguin film ini bakal diputer dan akhirnya tanggal 3 Maret nanti Insya Allah aku bisa menuntaskan rasa penasaran ku akan film tersebut.

Kemaren sewaktu aku post Judul tulisan ku ini di YM and FB, banyak yang komen and nanyain "Film Apaan Tuh, Wid?"
Maka dengan sukarela dan berbaik hati aku menceritakan bahwa Film ini adalah Film yg diangkat dari blognya Raditya Dika yang sebelumnya sudah di terbitkan dalam bentuk buku dan komik.
Bagi yang belum pernah membaca atau pun mendengar tentang kambing jantan ini, maka pertanyaanpun akan berlanjut. "Emangnya nyeritain apaan sih kambing Jantan itu?"

Maka pertanyaan tersebut akan aku jawab seperti ini:
1. Versi buku/blog, isinya menceriakan pengalaman goblok sehari-harinya si Raditya Dika. Kenapa Kambing Jantan? Karena si Raditya ini sering di panggil Kambing sama temen2 nya sewaktu SMA dulu dan karena dia tergolong makluk yang berkelamin jantan, maka blog dia pun dinamakan Kambing Jantan. Cara penulisan di buku ini seperti format buku harian, karena memang cerita2 yang ada merupakan curhat nya si Radit.

2. Versi Komik, sama seperti buku/blog, isinya masih menceritakan pengalaman2 Radit yang kuliah di Adelaide, Australia. Disini Radit bekerja sama dengan seorang Komikus Muda bernama Dio Rudiman.

3. Versi Film
Klo yang ini blm bisa aku kasih gambaran, karena tanggal 3 nanti baru mo ditonton.
Jadi tunggu saja postingan selanjutnya ;)

Sepertinya, acara premiere film KJ nanti merupakan ajang berkumpulnya para blogger. Karena syarat mutlak untuk mengikuti permainan yg berhadiah tiket premiere ini adalah HARUS PUNYA BLOG.

Acara premierenya sendiri akan di berlangsung di / pada:
Pondok Indah Mall XXI
Selasa, 3 Maret 2009pukul 20.30 WIB

Virtual Doctor Indonesia

Beberapa minggu yang lalu di acara Pagi Jakarta O Channel, menghadirkan 2 orang anak muda yang siswa salah satu SMU Swasta di Depok. Mereka adalah Dirgantara Reksa Ginanjar dan Muhammad Ironnanda Kurnia.
Apa keistimewaan dari kedua anak ini sehingga mereka patut dihadirkan di acara tersebut?
Mereka adalah peraih medali emas sebagai team penemu program komputer VIRTUAL DOCTOR dalam Olimpiade Internasional Project Komputer di Turkmenistan 15 November 2008 yang lalu.

"Software ini kita kirim ke ajang International Computer Project Olympiad (ICPO) di Ashgabat, Turkmenistan dan menang," kata Dirgantara.
Program ini menurut Dirgantara dapat mendeteksi penyakit dalam tubuh manusia dengan cara memasukan data kondisi badan saat mengalami suatu gejala sakit. Penyakit itu antara lain demam berdarah, influenza, typhus, diare dan rabies. "Kita mendisain suatu program yang bisa mendeteksi penyakit dalam tubuh. Cara kerjanya dengan mendeteksi gejala-gejala dalam tubuh kita," katanya.

Dalam proses penyimpulan penyakit akan dilengkapi dengan peta atau lokasi rumah sakit yang bisa dituju serta obat yang kita makan untuk menyembuhkan penyakit itu. Ia menjelaskan programnya dibuat karena banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke dokter atau dengan alasan berobat ke dokter mahal dan memakan waktu. Masyarakat yang punya software ini bisa memeriksa kesehatan tanpa harus ke dokter. Selain itu juga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya saat orang mengalami panas tinggi kemudian meminum obat aspirin, tapi ternyata mengalami demam berdarah, ini akhirnya menyebabkan orang itu tidak bisa ditolong jiwanya. "Kejadian ini sudah sering terjadi di negara kita. Itu kenapa kita membuat program itu," ungkapnya.

Dirgantara menambahkan inti dari program ini adalah inovasi, edukasi atau pendidikan bagi masyarakat dan teknologi melalui komputer. "Kita membuat program ini bukan bermaksud untuk mengantikan peran dokter, tapi untuk membantu dokter dalam melayani pasien", katanya.
Dokter biasanya dalam 10 menit hanya bisa melayani dua pasien, tapi dengan program ini dokter bisa melayani sampai empat atau lima pasien. "Jadi software ini bisa meminimalisir antrean panjang pasien," tuturnya.

Sementara itu, Ironnanda menambahkan program ini masih prototype sehingga akan dikembangkan lebih lanjut agar keakuratannya mencapai 100%. "Program ini isinya adalah pikiran dokter dan ilmu medis dari beberapa literatur aktual. Membutuhkan waktu sekitar enam bulan lebih untuk melakukan penelitian, wawancara beberapa dokter dan studi lapangan di rumah sakit-rumah sakit," imbuhnya. Ia tidak menyangka program ini dapat medali emas, karena tantangan berat dengan penilaian juri yang sangat ketat di antara 92 project lainnya dan diikuti 17 negara Asia, Amerika dan Eropa.

"Project ini sangat didukung oleh pihak sekolah, baik itu dana maupun prasarana seperti beberapa unit komputer dan perlengkapan lainnya. Dan diharapkan dalam waktu 10 tahun kedepan project ini dapat dikembangkan untuk dapat mendeteksi penyakit-penyakit lain," ujarnya.

Dua siswa yang gemar komputer di sekolahnya ini berharap upaya menolong masyarakat dengan menciptakan program virtual doctor dapat menjadi modal membantu meningkatkan derajat kesehatan bangsa.

Sumber: http://mediaindonesia.com

Melihat prestasi diatas, saya sempat bertanya ke beberapa teman, apakah mereka pernah mendengar Virtual Doctor dan tau siapa penemunya. Rata2 mereka menjawab tidak tahu.
Ternyata prestasi membanggakan seperti ini, gaungnya tidak seberapa dibanding dengan kisah2 para artis yang setiap menit selalu di besar2kan baik oleh media cetak maupun televisi.
Belum lagi jika dibandingkan dengan berita tentang Ponari, yang menurutku hanya sugesti cepat sekali tersebar.
Sedangkan ini, peristiwa yang mengharumkan nama bangsa dan negara dianggap tidak fenomenal.

Sabtu, 27 Desember 2008

Moment of the Year 2008

Dibulan Mei, aku berkesempatan menginjakkan kakiku di tanah suku Dayak. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan olehku untuk berpergian ke pulau Borneo ini. Berhubung ada kakak sepupuku yang bersuamikan orang sana dan ikut menetap disana, akupun ingin mengunjungi mereka dan melihat-lihat suasana disana.

Dua bulan kemudian tepatnya tgl 4 ~ 6 July, aku mendapatkan anugerah berupa hadiah pertama jalan-jalan ke Bumi Laskar Pelangi dari hasil mengirimkan kupon undian yang terdapat di dalam Novel Laskar Pelangi edisi Hard Cover. Berwisata selama 3 hari 2 malam di pulau Belitong yang cantik dan bertemu dengan teman teman baru yang menyenangkan. Cerita tentang perjalanan ini pun sudah aku ceritakan di postingan sebelumnya.

Sebulan berikutnya perayaan ultahku yg kesekian tahunnya, aku banyak mendapatkan banyak doa dan perhatian dari orang orang disekitarku.

Sebetulnya, setiap detik, jam, hari, minggu dan bulan yang dilalui sepanjang tahun 2008 ini memberikan banyak kenangan tersendiri buatku. Baik itu cerita menyenangkan ataupun sebaliknya yang harus disukuri.

Maliq & D Essentials

Maliq & D'Essentials ~ Pilihanku

Get more songs & code at www.stafaband.info